Selama di Belanda, Walikota Maidi Berikan Oleh-oleh Bersejarah untuk Warga Madiun

MADIUN (Realita) – Kunjungan Walikota Madiun, Maidi selama sepekan di Belanda membuahkan oleh-oleh bersejarah untuk warga masyarakat Kota Pendekar. Salah satunya dokumen peta Belanda selama lima abad atau 500 tahun.

Dalam buku bertuliskan The Great Book Of Dutch Maps tersebut, salah satunya menunjukkan peta Kota Madiun diera penjajahan. Termasuk juga lorong bawah tanah. Meski buku tersebut telah ditangan Maidi, namun pihaknya masih kesulitan untuk menerjemahkannya.

Baca Juga: Miris! 5 Tahun Rusak, Jembatan Klumutan Madiun Tak Kunjung Diperbaiki

“Arsip Kota Madiun sudah ketemu. Tetapi kita harus menerjemahkan dulu dokumen yang berbahasa Belanda ini. Setelah hasil terjemahannya selesai, maka akan kita riset,” kata Walikota, Kamis (25/5/2023).

Maidi nampaknya masih penasaran dengan jalur lorong bawah tanah tinggalan Belanda yang ada di Balai Kota Madiun. Saat ini, ia terus berkoordinasi dengan warga asli Madiun yang ada di Belanda. Jika jalur lorong itu benar-benar ditemukan, ia optimis nantinya akan menjadi ikon wisata kelas dunia.

“Di peta itu ada lorong, tetapi tembusnya itu belum ketemu. Ini masih terus dicari. Ini kita perlu waktu. Kebetulan disana ada warga Madiun seorang akademisi yang akan membantu kita. Setelah nanti ketemu, akan menjadi icon wisata dunia,” ujarnya.

Selain berburu peta Kota Madiun, Maidi juga melihat secara langsung kincir angin khas Belanda. Nantinya, ia akan membuat miniatur kincir angin dikawasan Pahlawan Street Center (PSC). Tepatnya di sisi barat miniatur menara Eiffel. Sehingga dapat menjadi pelengkap ikon negara-negara yang ada di dunia.

Baca Juga: Dinobatkan TPID Terbaik 2024, Presiden Berikan Penghargaan untuk Kota Madiun

“Kincir angin di tempat kita rencananya memiliki tinggi total 15 meter. Itu kalau salah satu balingnya lurus ke atas. Sedang, tinggi bangunan rumahnya saja sekitar 12 meter. Bangunan rumah itu nanti bisa difungsikan untuk lapak. Jadi fungsi ekonominya dapat,” jelasnya.

Selain itu juga miniatur jam menara Big Ben. Ini juga di kawasan PSC. Lokasinya juga di sebelah barat menara Eiffel. Tetapi lebih ke timur dibanding kincir angin Belanda. Menara Jam Big Ben itu rencananya memiliki tinggi 12 meter dengan diameter bawah sekitar dua meter.

Selama di Belanda, Maidi juga mendapatkan inspirasi dari kota miniatur Madurodam di Scheveningen, Den Haag. Rencananya, ia juga akan membuat miniatur seluruh wilayah Kota Madiun yang akan ditempatkan dikawasan Pahlawan Bisnis Center (PBC).

Baca Juga: Lagi, Pemkot Madiun Salurkan Santunan Pro JKK-JKM Rp 42 Juta

“Nanti ada miniatur seluruh wilayah Kota Madiun. Tunggu saja,” tandasnya.

Sekedar untuk diketahui, Walikota bersama Ketua DPRD Kota Madiun, Andi Raya BMs melakukan kunjungan kerja program Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Belanda. Disana, mereka mengukuti sejumlah kegiatan dalam rangka sharing cities atau berbagi kota yang merupakan kegiatan untuk meningkatkan akses jejaring antar kota maupun kabupaten. adv

Editor : Redaksi

Berita Terbaru