Pekerjaan Jalan Usaha Tani Desa Prapau, Diduga Kelabuhi Tim Pemeriksa dan Pengawas

MUARA ENIM (Realita) - Diduga pekerjaan pembangunan jalan usaha tani di desa Prapau kecamatan Semende Darat Laut (SDL) kabupaten Muara Enim yang menelan anggaran Dana Desa (DD) senilai Rp.382.778.490,- dengan volume pekerjaan 907 M x 120 Cm x 15 Cm kuat indikasi dikerjakan dengan maksud meraup keuntungan pribadi. 

Dikatakan salah satu narasumber masyarakat sekitar lokasi pekerjaan berinisial H, saat menyampaikan informasi terkait pekerjaan tersebut kepada awak media ini melalui pesan whatsapp. Diketahui pekerjaan itu diduga mengelabuhi tim pemeriksa dan pengawas pekerjaan, Minggu (18/06/2023).

Baca Juga: Memprihatinkan! Jalan di Dusun Setia Harapan, Desa Sungai Rengit Rusak Parah dan Tak Bisa Dilewati

"Diduga pembangunan Jalan Usaha Tani di desa Prapau ini dibuat asal jadi, sehingga bisa merugikan negara,” ucap H.

“Terlihat jelas jalan ini dibangun dengan bentuk sisi kiri dan sisi kanan tebal, sedangkan ditengah terlalu tipis, sehingga saat dari dinas terkait melakukan atau mengecek dan mengukur volume pekerjaan seolah sudah pas dan cukup volumenya, padahal di tengah itu terlalu tipis tidak sampai 15cm," jelas H.

“Sangat jelas terkesan ada indikasi dugaan niat untuk mengelabui para pengawas ataupun tim pemeriksa pekerjaan," imbuh H.

"Harapannya semoga dinas terkait seperti Inspektorat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), serta Kejaksaan dan APH yang lainya untuk turun mengecek dan mengawasi pembangunan yang menggunakan DD itu," pungkasnya.

Selanjutnya untuk mengetahui kebenaran informasi tersebut tim dari media ini menghubungi Kepala Desa Prapau guna mengkonfirmasi kebenaran informasi yang didapat.

Baca Juga: Bangunan TPS Hanya Pondasi, Kinerja Inspektorat Kabupaten Jombang Dipertanyakan

Angga selaku kepala desa Prapau saat dihubungi melalui pesan whatsapp pribadinya, membenarkan jika pengerjaan jalan usaha tani tersebut mengunakan dana desa.

"Iya itu anggaran dana desa, pekerjaannya saat ini lebih kurang sudah mencapai 40 %" jawab Angga.

“Terkait pekerjaan yang kami lakukan, kami mengerjakan dengan acuan gambar dan RAB (Rancangan Anggaran Biaya) yang ada, dan tidak asal jadi," terang Angga.

Baca Juga: Sudah Sejauh Mana Kasus Dugaan Korupsi di Telkomsigma?

“Saat ini belom ada tim pemeriksa atau pengawas dari kabupaten yang datang ke lokasi," imbuh Angga.

“Papan informasi proyek ada, tunggu sebentar fotonya saya minta dari orang lapangan," tutup Angga.

Beberapa menit kemudian kepala desa Prapau Angga, mengirimkan terusan foto papan informasi pekerjaan.Peryanto

Editor : Redaksi

Berita Terbaru