PONOROGO (Realita)- Jajaran Sat-Reskrim Polres Ponorogo langsung tancap gas berkordinasi dengan Polres Ngawi, pasca temuan mayat terbungkus karpet di bawah jembatan layang ruas Tol Solo-Ngawi Kilometer 557, tepatnya Desa Widodaren Kecamatan Widodaren, Kamis (29/06/2023) sore kemarin.
Pasalnya, temuan mayat dalam karpet di Ngawi itu, diduga merupakan korban pembunuhan dengan TKP rumah kontrakan di Dusun Jatisari RT 002 RW 002 Desa Semanding Kecamatan Jenangan, Sabtu (24/06/2023) kemarin.
Baca Juga: Mayat Penuh Darah Ditemukan di Taman Pancing Denpasar, Diduga Korban Pembunuhan
Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Nicolas Bagas Yudi Kurnia mengatakan, usai mendengar informasi temuan mayat yang identik dengan keterangan saksi kasus Semanding, pihaknya langsung mendatangi Kamar Mayat RSUD dr Soeroto Ngawi, bersama Polres Ngawi pihaknya melakukan otopsi terhadap jenasah laki-laki tersebut.
" Kemarin Kita sudah ke Ngawi, untuk koordinasi. Dan kemarin dilakasanakan otopsi, untuk hasilnya masih menunggu ya," ujarnya, Jumat (30/06/2023).
Nicolas mengungkapkan, pihaknya masih belum mengantongi identitas satu pun dari temuan mayat dalam karpet di Ngawi. Terlebih, mayat yang ditemukan warga di pinggiran Sungai Kedung Prahu itu sudah dalam kondisi busuk, diduga jasad pria malang itu telah meninggal lebih dari 2 hari lalu.
Baca Juga: Misteri Penemuan Mayat di Jurang Sitinjau Lauik, Polisi Selidiki Identitas Korban
" Untuk identitas mayat, kita belum dapat mas. Kondisi mayat sudah cukup membusuk," ungkapnya.
Diketahui sebelumnya, warga Desa Widodaren Kecamatan Widodaren gempar, setelah salah satu warga yang hendak mencari rumput menemukan mayat terbungkus karpet di pinggiran sungai Kedung Prahu, tepatnya di bawah jembatan layang ruas Tol Solo-Ngawi Kilometer 557.
Baca Juga: Mayat Membusuk Ditemukan di Kebun Pak Nerimo
Temuan mayat ini pun, diduga merupakan korban penganiayaan dan pembunuhan yang terjadi di sebuah ruma Kontrakan di Desa Semanding Kecamatan Jenangan, Sabtu (24/06/2023) kemarin. Setelah sebelumnya, warga setempat geger lantaran menemukan bercak darah di sejumlah bagian rumah.
Bahkan, salah satu warga setempat menyebut mendengar jeritan minta tolong dari dalam rumah, yang kemudian sebuah bungkusan panjang terbungkus karpet dimasukkan 2 orang ke dalam mobil, dan esok harinya, 4 penghuni kontrakan yang diketahui warga Riau dan berprofesi sebagai oprator alat berat itu, raib tak jelas kemana hingga kini. znl
Editor : Redaksi