PLN UIT JBM Sosialisasi Bijak Bermain Layang-Layang

TUBAN (Realita) - Festival Layang-layang yang diselenggarakan masyarakat Desa Beji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, pekan lalu sempat membuat gusar PLN Unit Induk Transmisi Jawa bagian Timur dan Bali (UIT JBM). Terlebih festival tersebut diikuti banyak peserta yang hampir semua layang-layangnya berukuran sangat besar.

General Manager PLN UIT JBM, Didik Fauzi Dakhlan, mengungkapkan, pihaknya telah merespon secara proaktif penyelenggaraan kegiatan, yakni dengan cara membangun komunikasi yang baik dengan penyelenggara dan para peserta lomba layang-layang itu.

“Dalam penyelenggaraan kegiatan yang sudah terlaksana seperti di Tuban itu PLN tidak serta merta memberikan larangan, melainkan berupaya memberikan edukasi dan pemahaman pada penyelenggara dan para pemain akan bahayanya bermain layang-layang di sekitar jalur transmisi, termasuk dampak yang bisa diakibatkan jika layang-layang putus dan mengenai jaringan transmisi. Apalagi jika ukuran layang-layang sangat besar," ujar Didik, Selasa (8/8/2023).

"Pada dasarnya PLN tidak bersikap reaktif dengan langsung memberikan penolakan untuk penyelenggaraan kegiatan itu. Pendekatan yang dilakukan oleh team PLN yaitu dengan melakukan sosialisasi pada penyelenggara kegiatan juga peserta lomba," tandasnya.

“Petugas dari ULTG (Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk) Babat mendekati penyelenggara dan peserta satu persatu untuk mengajak diskusi sekaligus sosialisasi bahaya dan dampaknya bila layang-layang maupun talinya mengenai jalur transmisi," jelas Didik. 

"Dan, penerimaannya bagus, kebanyakan juga baru memahami bahayanya untuk jiwanya sendiri sebagai pemain layang-layang, sehingga memang sosialisasi tentang layang-layang ini gencar kami sampaikan," lanjut Didik.

Sosialisasi tentang dampak main layang-layang ini terus digalakkan, termasuk ketika di setiap pelaksanaan kegiatan rutin pemantauan ROW (Right Of Way) di sepanjang jalur transmisi yang dilakukan langsung olehnya dengan bersepeda pada akhir pekan lalu, Jumat (4/8/2023).

“Pemantauan ROW di sepanjang jalur transmisi yang kami lakukan bersama manajemen dengan bersepeda juga menjadi kesempatan sosialisasi tentang benda lain yang dapat menjadi potensi gangguan seperti balon udara tanpa awak, sebagai point yang terus kami sampaikan pada masyarakat yang kami temui di sekitar lokasi," kata Didik.

"Seperti saat kami menemui banyak aktivitas warga berolahraga di daerah Sentraland Driyorejo Gresik yang lokasinya dekat dengan tower transmisi PLN. Harapannya dengan edukasi ini dapat semakin dipahami oleh masyarakat," imbuhnya. gan

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Gelar OTT, KPK Tangkap Bupati Pati Sudewo

PATI (Realita)- KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pati, Sudewo. Sudewo diamankan dalam operasi yang dilakukan pada hari ini, Senin …