Ruang Satu Kota Madiun, Tahun Naga Kayu

ALHAMDULILLAH, sampai juga kita di tahun 2024. Tahun ini memiliki shio Naga Kayu. Tahun Wood Dragon ini diartikan sebagai awal yang baru bagi kesuksesan. Katanya, Naga Kayu hanya muncul sekali setiap 60 tahun, menjadikannya makhluk langka dan menakjubkan. Apapun itu, saya suka maknanya. Awal yang baru bagi kesuksesan. Ini bisa menjadi doa sekaligus harapan kita bersama. Tahun ini harus lebih baik dari tahun kemarin dan tahun depan harus lebih baik dari tahun ini. Kalau Naga Kayu berarti kesuksesan, tahun ini berarti harus lebih sukses dari tahun yang sudah berlalu. 

Tentu saja sukses untuk kita semua. Terutama untuk kota kita tercinta. Suksesnya sebuah daerah berarti kesuksesan semua warganya. Kesuksesan yang diraih kota kita harus dibarengi dengan bertambahnya kesejahteraan bagi semua masyarakatnya. Dan itu setidaknya sudah terlihat saat ini. Salah satunya, dari capaian Indek Pembangunan Manusia (IPM) di kota kita. Ada peningkatan dari tahun lalu. Bahkan, selalu meningkat dari beberapa tahun terakhir. IPM kota kita mencapai 83,71 pada 2023 kemarin. Biarpun masih di peringkat ketiga Jawa Timur, nilai IPM sudah meningkat 0,69 poin dibanding tahun sebelumnya. IPM ini penting karena berkaitan dengan tiga kebutuhan dasar masyarakat. Yakni, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. 

Baca Juga: Ruang Satu Kota Madiun, Wisata Jantung Kota

Dari bidang kesehatan, IPM diukur dari komponen umur panjang dan hidup sehat. Indikatornya Umur Harapan Hidup (UHH). UHH kota kita di angka 75,40 tahun. Artinya, setiap kelahiran di Kota Madiun berpeluang untuk bisa hidup hingga usia 75 tahun lebih. Hal itu tak terlepas dari berbagai upaya kita dari sejak sebelum kehamilan hingga saat usia lanjut. Pada masyarakat usia remaja, sudah kita berikan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Khususnya kepada remaja putri yang telah memasuki usia subur. Kita berikan tablet penambah darah. Itu penting untuk menjaga kesehatan reproduksinya. Perempuan yang mengalami kekurangan darah akan berdampak fatal pada saat kehamilan kelak. Tak sedikit yang berujung pada kematian bayi dan ibu saat melahirkan. Di Kota Madiun, Alhamdulillah kita bisa tekan hingga nol kasus kematian. 

Perhatian terus kita tingkatkan memasuki masa kehamilan. Mulai bantuan pemeriksaan kesehatan hingga asupan makanan siap saji dan bahan makanan. Ini juga sekaligus sebagai upaya menekan stunting. Angka stunting kita sudah jauh di bawah angka prevalensi nasional. Stunting di kota kita di angka 12,4 persen pada 2021 dan tinggal 9,7 persen pada 2022. Angka itu jauh di bawah prevalensi nasional sebesar 14 persen. Kota kita juga mendapatkan penghargaan terkait capaian itu. Perhatian yang kita berikan juga pada usia senja. Mereka yang sudah lanjut usia bukan malah kita tinggalkan. Justru kita perhatikan. Ada bantuan Rp 8,2 juta setahun untuk mereka yang tidak produktif atau lansia ngebrok. 

Selain itu juga kita berikan tempat bernaung bagi yang tidak memiliki kerabat yang mengurusi. Kita buatkan pondok lansia. Sudah saya resmikan beberapa waktu lalu. Tempatnya di kawasan Bumi Semendung Kelurahan Klegen. Sementara memang baru dua asrama dan satu masjid. Namun sudah bisa menampung cukup banyak lansia. Anggaran pembangunan dua asrama tersebut mencapai Rp 9,4 miliar. Sedang, pembangunan masjidnya sekitar Rp 3 miliar. Tahun ini kita lanjutkan. Rencananya dua asrama lagi. Tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga tempat berkegiatan agar mereka tetap produktif. Tentu dengan pendampingan dari pekerja sosial masyarakat (PSM). Dengan berada di satu tempat, pemeriksaan kesehatan berkala juga bisa lebih mudah dilakukan. Kesehatan para lansia memang harus terus diperhatikan. 

Baca Juga: Ruang Satu Kota Madiun, Mengabdi untuk Negeri

Sementara dari bidang pendidikan, terdapat komponen pengetahuan. Indikatornya, Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS). HLS di kota kita mencapai 14,44 tahun. Artinya, anak-anak kita memiliki harapan menuntut ilmu hingga di bangku perkuliahan. Sedang, untuk RLS di angka 11,82 tahun. Saya memang menaruh perhatian tersendiri untuk bidang pendidikan ini. Maklum, saya berangkat dari seorang pendidik. Seorang pendidik pasti punya keinginan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Saya juga begitu. Karenanya, ada banyak perhatian yang saya berikan. Kita bagikan sebanyak 9.400 unit chromebook pada 2023 kemarin. Kalau dengan 2020 lalu, sudah ada sebanyak 14.825 laptop yang sudah kita dibagikan. Ini untuk menunjang kegiatan belajar putra-putri kita. 

Selain itu, juga kita berikan akses internet gratis. Tidak hanya di sekolah, tetapi juga sampai di tingkat RT. Jumlahnya, mencapai 3.052 titik sampai Desember 2023 lalu. Laptop dan internet merupakan piranti penting di era sekarang ini. Tingginya HLS ini juga berkat bantuan beasiswa mahasiswa (BBM). Setidaknya ada 1.000 kuota BBM sampai saat ini. Di 2023 pula, kota kita membuat gebrakan dengan mengkuliahkan nara pidana. Gebrakan ini yang pertama di negeri kita. 

Terakhir, IPM juga dihitung dari komponen standar hidup layakd denggan pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan sebagai indikatornya. Pengeluaran perkapita masyarakat kita sebesar Rp 17.115. Ini juga meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 16.503. Artinya, daya beli masyarakat juga semakin meningkat. 

Baca Juga: Ruang Satu Kota Madiun, Shibuya dan Budayanya

Nah, capaian tersebut harus menjadi pelecut semangat untuk lebih baik lagi ke depannya. Momentum pergantian tahun seperti ini tidak boleh hanya diperingati seremonial belaka. Tetapi juga harus menjadi pengingat sekaligus sarana instrokpeksi diri. Ini merupakan momentum untuk mengenang tahun yang telah terlewati. Apa yang kurang kita perbaiki. Apa yang baik kita tingkatkan lagi. Selamat tahun baru masyarakat Kota Madiun. Seperti makna tahun naga kayu, semoga kesuksesan selalu menyertai kita semuanya.

Penulis adalah Wali Kota Madiun, Dr. Drs. H. Maidi, SH, MM, M.Pd

Editor : Redaksi

Berita Terbaru