Ruang Satu Kota Madiun, Madiun City Festival

LIBUR lebaran tahun ini memang telah berakhir. Saya sampaikan terima kasih kepada yang sudah datang. Bagaimana ramainya kota kita saat libur lebaran tidak perlu saya sampaikan. Biar masyarakat yang menilai. Memang belum kita hitung riilnya.

Tapi yang jelas, Jalan Pahlawan nyaris selalu penuh sesak. Hampir selalu banjir orang. Baik malam maupun siang. Kota kita benar-benar sudah jauh berbeda kini. Kalau dulu disingkiri sekarang disinggahi. Kalau dulu dijauhi sekarang dikerumuni. Menurut saya, inilah definisi pembangunan yang berhasil. Pembangunan yang memberikan manfaat pada banyak masyarakat.

Baca Juga: PSI Tutup Pintu Untuk Bacawali Madiun, Rekom Hanya Untuk Maidi

Terima kasih juga kepada masyarakat Kota Madiun. Masyarakat kita telah menjadi tuan rumah yang baik. Ini modal besar. Pelayanan yang baik akan terus membekas di hati wisatawan. Harapannya, mereka turut mempromosikan. Saat kembali datang mengajak lebih banyak lagi orang. Saat kota kita ramai, ada potensi ekonomi yang besar.

Sering saya katakan, kota ini tidak banyak memiliki sumber daya alam. Kita lebih banyak bergantung pada sektor perdagangan dan jasa. Sektor ini tidak akan maksimal tanpa ada pergerakan orang dan barang. Makanya, kota ini kita buat ramai dulu.

Kota kita memang sudah ramai buah dari pembangunan. Namun, tentu saja ini belum saatnya berpuas diri. Yang sudah baik harus ditingkatkan. Karenanya, kota ini akan kita buat yang lebih ramai lagi. Kemeriahan yang tersaji belumlah usai. Masih ada berbagai kemeriahan lagi dalam waktu dekat ini. Sudah kita siapkan event-event menarik. Baik skala lokal maupun nasional. Baik yang bernuasa hiburan maupun religi.

Hiburan perlu, tapi keagamaan juga jangan dikesampingkan. Sejumlah agenda itu telah kita kemas dalam Madiun City Festival.

Madiun City Festival ini sejatinya sudah dimulai bersamaan libur lebaran kemarin. Tetapi baru sebagian kecilnya. Baru sekedar event musik akustik lokal. Kita tempatkan di Pahlawan Street Center (PSC) untuk menghibur wisawatan. Juga sebagai pelengkap Ramadan Fest yang juga ada di sana. Event besar baru akan dimulai setelah ini.

Madiun City Festival ini memang bukan hanya untuk menyambut lebaran. Tetapi juga untuk meramaikan Kota Madiun di bulan ini. Karenanya, jangan kaget kalau akan ada banyak kegiatan menarik.
Selain festival musik akustik tadi, event terdekat akan ada festival kebaya. Rencananya, pada 20 April nanti. Kita mulai pukul 15.00 di PSC. Ini sekaligus untuk memperingati Hari Kartini. Saya tidak ingin event hanya sekedarnya. Harus ada sesuatu yang bisa dikenang dari kegiatan itu. Rencananya, nanti akan memecahkan rekor MURI. Yakni, perayaan busana kebaya dengan catwalk terpanjang. Event ini pastinya akan mendatangkan banyak wisatawan. Masyarakat juga yang nantinya diuntungkan.

Baca Juga: Golkar Berikan Apresiasi, di Tangan Maidi Kota Madiun Tambah Bagus

Masih skala lokal, nanti juga akan ada parade senja. Kalau ini sudah agenda rutin. Kebetulan jadwalnya di bulan ini. Biarpun skala lokal, parade senja juga terbukti menarik wisatawan. Bahkan, dalam beberapa gelaran sempat dihadiri turis asing. Parade senja ini sekaligus memberi kesempatan anak-anak kita untuk tampil. Mereka bisa unjuk gigi tanpa harus menunggu saat perayaan kemerdekaan.

Selain itu, juga akan ada jalan santai di tiga kecamatan. Event ini akan digelar secara bergantian. Targetnya ada sepuluh ribu peserta di tiap gelaran. Kita siapkan hadiah utama umrah. Kegiatan ini memang untuk menyenangkan masyarakat.

Seperti yang saya katakan, kegiatan bernuansa religi jangan ditinggalkan. Karenanya, kegiatan bernuansa religi juga tak luput kita hadirkan. Ada Madiun Bersholawat bersama Habib Syech Abdul Qodir Assegaf. Rencananya di Stadion Wilis. Kegiatan religi seperti ini sejatinya juga cukup sering digelar.

Sebelumnya ada pengajian bersama Gus Iqdam. Sebelumnya lagi bersama Gus Miftah. Habib Syech sendiri juga sudah beberapa kali tampil di Kota Madiun. Yang seperti ini memang harus sering kita hadirkan. Kota kita adalah kota religius. Jangan hanya semboyan. Tetapi harus dibuktikan.

Baca Juga: Ruang Satu Kota Madiun, Pergi Untuk Kembali

Selanjutnya ada event berskala nasional. Kita sudah bekerja sama dengan salah satu televisi nasional. Nama acaranya, Karnaval SCTV. Acara ini mungkin sudah cukup familier. Sudah beberapa kali digelar di sejumlah daerah. Untuk yang satu ini kita gelar di Alun-alun. Ada banyak artis tentunya.

Untuk kegiatannya, ada senam massal, bazar UMKM, jalan sehat, kirab budaya, juga kompetisi-kompetisi. Seperti dance dan lomba mewarnai. Ini bisa dinikmati masyarakat secara gratis. Silahkan datang. Ayo diramaikan.
Karnaval SCTV bukan yang terakhir. Masih akan ada kirab budaya di penghujung bulan. Tepatnya di tanggal 28 April. Kirab budaya ini pastinya juga akan seru. Sayang untuk dilewatkan. Kita siapkan iring-iringan mulai pasukan berkuda, kereta kencana, drumband, komunitas Harley dan mobil VW. Kirab budaya ini dimulai dari Balai Kota hingga di Jalan Merpati.

Kirab budaya ini memang sekaligus menandai masa akhir jabatan saya untuk periode 2019-2024. Jabatan saya berakhir tepat di 29 April nanti. Malamnya, masih ada festival barongsai dan wayang kulit di Balai Kota. Semua hiburan ini bisa dinikmati secara gratis. Sekali lagi, silahkan datang. Ayo diramaikan.

Penulis adalah Wali Kota Madiun, Dr. Drs. H. Maidi, SH, MM, M.Pd

Editor : Redaksi

Berita Terbaru