Ganjar Beri Skor 5 untuk Prabowo

JAKARTA - Calon presiden (capres) nomor Urut 3 Ganjar Pranowo memberikan skor lima atas kinerja Kementerian Pertahanan (Kemhan). Ganjar menjawab pertanyaan dari Capres Nomor Urut 1 Anies Baswedan.

“5 juga. Saya punya datanya dan kemudian akan sampaikan. Maka di meja saya sudah saya siapkan data satu per satu. Namun demikian Mas Anies, tentu saja ada yang ingin saya sampaikan dari apa yang tadi sudah saya utarakan,” kata Ganjar pada debat ketiga Pilpres 2024, di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024).

Baca Juga: Soal IG Ketua Bawaslu Kota Madiun Like Medsos Capres, Ini Jawabannya

Lebih lanjut, Ganjar mengatakan ketika ingin membangun sistem pertahanan Indonesia, maka dalam perencanaan tidak boleh gonta-ganti.

“Kita mesti ajeg, musti konsisten,” katanya. 

Kedua, kata Ganjar, saat ini perlu mendengarkan betul-betul dari seluruh matra dalam perencanaan alutsistan negara.

Baca Juga: Diduga IG Ketua Bawaslu Kota Madiun Like Medsos Capres

“Maka seluruh proses perencanaannya harus bottom up. Sehingga saya ketemu dengan seseorang berpangkat cukup tinggi, pak kalau bapak kasih persenjataan kepada saya yang tidak saya butuhkan, sudah saya siapkan museum untuk saya taruh di sana.”

“Situasi seperti ini tentu tidak mengenakkan. Tapi ini harus kita buka apapun kondisinya untuk perbaikan bangsa,” katanya.

“Kritik autokritik itu menyehatkan tidak ada kok rasa dengki di hati saya, yang ada adalah bagaimana rasa cinta tanah air ini mesti kita wujudkan, agar kemudian kita betul-betul bisa menjadi negara kuat di banyak area dan kita berbicara di dunia internasional di segani,” tambah Ganjar.

Baca Juga: Kalah Telak di Quick Count, Ganjar dan Petinggi Partai Pengusungnya Langsung Rapat

Ganjar pun mengatakan bahwa Presiden Pertama Indonesia Soekarno atau Bung Karno telah menyampaikan bahwa daulat politik itu wajib. “Berdikari dalam bidang ekonomi musti dituju. Dan kita punya kepribadian dalam kebudayaan, sekarang daulat ekonomi pertahanan kita mesti kita tunjukan,” katanya.

“Maka ketika banyak perusahaan-perusahaan waktu itu yang sangat strategis dibikin, itu mimpi sejak dari lama pendiri bangsa agar kita menjadi negara kuat. Dan itulah yang sebenarnya kita-kita yang harus meneruskan itu,” pungkasnya.si

Editor : Redaksi

Berita Terbaru