Tegas, KPU Tolak Permintaan Jokowi untuk Ubah Format Debat

JAKARTA – Permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengubah format debat tampaknya tak bakal dituruti. Format debat kandidat untuk pasangan capres-cawapres 2024 yang sudah berlangsung tiga kali dan tersisa dua kali lagi telah disepakati ketiga pasangan calon.

Presiden Jokowi sebelumnya diketahui meminta KPU membuat rambu-rambu yang melarang capres ataupun cawapres menyerang personal saat debat Pilpres 2024. Ihwal serangan personal ini mencuat usai capres Anies Baswedan menyinggung aset tanah Prabowo Subianto dalam debat capres akhir pekan lalu.

Baca Juga: Dituding Goblok oleh Prabowo, Anies: Ganggu Proses Demokrasi

Hasyim mengatakan, pihaknya menyelenggarakan debat berlandaskan berbagai macam pertimbangan dan kesepakatan yang dibuat bersama tim sukses pasangan capres-cawapres. Debat terdiri atas enam segmen, yakni segmen pemaparan visi, misi, dan program; menjawab pertanyaan panelis; tanya jawab antarkandidat; serta segmen pernyataan penutup. Format debat seperti itu akan digunakan kembali dalam debat capres-cawapres keempat dan kelima. KPU pun tidak akan mengubah format debat.

"Kan model atau bentuk debatnya sudah disepakati. Jadi memang modelnya seperti itu. Debat keempat dan kelima pun akan begitu," kata Hasyim ketika ditanya apakah pihaknya akan membuat larangan menyerang personal seperti harapan Jokowi, di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Selasa (9/1/2024).

Hasyim menambahkan, tugas KPU hanya menyiapkan forum debat. KPU tidak berwenang memberikan penilaian atas strategi dan substansi jawaban para kandidat dalam debat.

"Jadi soal strateginya, soal substansinya itu sepenuhnya menjadi hak dan wewenangnya calon dan juga tim pasangan calon," kata Hasyim.

Baca Juga: Viral Ekspresi Sedih Prabowo, Jokowi: Pilpres 2024 Banyak Dramanya

Dalam debat pilpres ketiga di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024), capres Anies menyinggung soal Prabowo mempunyai tanah seluas 340 ribu hektare pada saat separuh prajurit TNI tak punya rumah dinas.

Sehari berselang, Presiden Jokowi menyayangkan para capres saling menyerang personal saat debat capres. Menurutnya, aksi saling serang isu personal itu membuat visi-misi para capres menjadi tak terlihat. Seharusnya, kata dia, para capres saling serang soal visi dan rencana kebijakan.

"Kalau sudah menyerang personal, pribadi yang tidak ada hubungan dengan konteks debat tadi malam mengenai hubungan internasional, mengenai geopolitik, mengenai pertahanan dll, saya kira kurang memberikan pendidikan, kurang mengedukasi masyarakat yang menonton,” ujar Jokowi di Serang, Banten.

Baca Juga: Prabowo Tuding Banyak Data Anies dan Ganjar Keliru

Karena itu, Jokowi berpendapat bahwa format debat perlu diperbaiki agar tidak lagi ada saling serang isu personal. Salah satu caranya dengan melarang para capres menyerang isu personal.

"Debatnya memang perlu diformat lebih baik lagi, Ada rambu-rambu sehingga hidup, saling menyerang nggak apa-apa tapi kebijakan, policy, visinya yang diserang, bukan untuk saling menjatuhkan dengan motif-motif personal. Saya kira nggak baik dan nggak mengedukasi,” tegas Jokowi.ika

Editor : Redaksi

Berita Terbaru