FKUB Nilai Kepemimpinan Walikota Madiun Maidi Perlu Dilanjutkan 2 Periode

MADIUN (Realita) – Kabar kesediaan Wali Kota Madiun, Maidi menjadi Menteri di Kabinet Indonesia Maju kian santer dibicarakan. Tak pelak, rumor tersebut memantik respons dari sejumlah kalangan.

Tak sedikit pihak yang mendukung Maidi untuk maju ke Istana, namun banyak juga pihak yang menginginkan mantan Sekda Kota Madiun itu bertahan atau menyelesaikan kepemimpinan hingga periode kedua nanti.

Baca Juga: Lagi, Pemkot Madiun Gelar Lomba Kebersihan Makam

‘’Saya mewakili FKUB memandang Pak Wali (Maidi, Red) periode 2019-2024, hasil kerja luar biasa,’’ kata Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Madiun, Iskandar, Senin (29/1/2024).

Iskandar menilai kepemimpinan Maidi benar-benar dirasakan oleh masyarakat dari kalangan apa pun. Khususnya kalangan umat beragama. Menurut dia, sosok Wali Kota mampu mengayomi seluruh kalangan umat beragama yang ada di kota ini.

‘’Pak Wali mampu menjaga kerukunan dan tidak membedakan antara agama satu dengan yang lain. Meski sempat ada sedikit gesekan, namun Pak Wali bisa menyelesaikan dengan baik,’’ ungkapnya.

Ditanya ihwal Maidi ditarik ke Istana, Iskandar menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada Maidi. Namun, besar harapan masyarakat menginginkan Wali Kota melanjutkan dan menyelesaikan program pembangunan Kota Madiun di periode keduanya.

‘’Tapi kalau dikehendaki menjadi Menteri, kami hanya bisa berdoa bahwa pemimpin berikutnya bisa menyelesaikan program Pak Wali,’’ harapnya.

‘’Kalau memang harus digantikan, pola pandang Wali Kota selanjutnya kami berharap visi-misi bisa seperti Pak Wali,’’ imbuh Iskandar.

Baca Juga: Siapa Pemenang Tahta Legislatif Kota Madiun?

Diberitakan sebelumnya, isu yang menyebutkan jika 15 Menteri Kabinet Indonesia Maju yang dipimpin Presiden Joko Widodo akan mundur, mendapat tanggapan dari Wali Kota Madiun, Maidi.

Orang nomer satu di Kota Pendekar itu menilai seharusnya para Menteri menuntaskan jabatannya, seiring kepemimpinan Presiden Jokowi, dan Wakil Presiden Makruf Amin usai.

Seandainya benar keputusan Menteri memilih mundur dari pemerintahan sebenarnya merupakan hal yang lazim. Pun boleh-boleh saja. Sebab, merupakan hak individu seseorang. Meski begitu, pengunduran diri sebagai Menteri seyogianya perlu melihat situasi maupun kondisi negara saat ini.

Menurut Maidi, kursi Menteri butuh figur dari kalangan profesional. Baik berlatar belakang parpol maupun non-parpol. Pasalnya, peran Menteri cukup penting dalam membantu Presiden menjalankan pemerintahan negara. Dimana, setiap Kementerian memiliki berbagai bidang dalam menangani urusan tertentu dan tugas serta fungsinya.

Baca Juga: Wali Kota Madiun Nyoblos di TPS 22

Saat ditanya awak media apakah dirinya mau menjadi Menteri jika nantinya diinginkan pihak istana? Maidi mengaku siap menggantikan. Bahkan jika mendapatkan kesempatan menjadi Menteri, ia rela dan ikhlas tidak mendapatkan gaji demi pengabdiannya kepada bangsa dan negara.

“Calon-calon meteri kan banyak dari daerah. Saya pun siap dan sanggup,” ujarnya.

“Demi bangsa dan negara sebenarnya kalau disana jadi Menteri, nggak usah pakai gaji lah. Gaji itu untuk kegiatan sosial, misalnya dikasihkan ke anak stunting, anak yatim, lansia ngebrok, itu kan lebih bermanfaat,” tambahnya. adi

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Dua Begal Muda Berhasil Diamankan Warga

BOJONGGEDE - Dua orang pria diduga begal diamankan warga Perumahan Villa Asia, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Informasi yang dihimpun, keduanya diduga …