Puluhan ASN di Kota Madiun Dibekali Motivasi Jelang Purna Tugas

MADIUN (Realita) – Pemkot Madiun mempersiapkan mental para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah mendekati purna tugas. Caranya dengan memberikan motivasi bagi pegawai agar tetap semangat dan produktif dalam menjalani masa pensiun.

‘’Mereka yang masuk masa pensiun kami bekali motivasi. Selain itu, juga kami siapkan mental mereka untuk menghadapi pensiun,’’ kata Wali Kota Madiun, Maidi saat memberikan pembekalan di Gedung Diklat Kota Madiun, Rabu (31/1/2024).

Baca Juga: Lagi, Pemkot Madiun Gelar Lomba Kebersihan Makam

Selain itu, pembekalan juga untuk mempersiapkan mental ASN yang akan purna tugas di tahun ini. Tercatat, 97 abdi negara bakal memasuki masa pensiun. Sementara dua di antaranya berasal dari jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) sekelas kepala OPD.

‘’Mereka yang purnatugas ini ibarat kata lulus. Mereka lulus menjalankan tugas sampai pensiun,’’ ujar Maidi.

Data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Madiun menyebut, 2 JPTP yang pensiun tahun ini, yakni kursi Kepala Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Mikro (Disnaker-KUKM), Andriono Waskito Murti dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Rully Dwi Ratnawati. Kemudian, jabatan administrator tercatat 5 orang, jabatan fungsional lainnya 1 orang, jabatan pengawas 15 orang, jabatan fungsional guru 45 orang, dan jabatan pelaksana 29 orang.

Puluhan ASN tersebut memasuki masa purna tugas di periode 1 Maret hingga 31 Agustus. Kendati begitu, Maidi meyakini pelayanan bagi masyarakat tidak terpengaruh selama adanya puluhan ASN yang pensiun. Di samping itu, waktu pensiun mereka pun berbeda dan berjalan bertahap.

Baca Juga: Siapa Pemenang Tahta Legislatif Kota Madiun?

‘’Pensiunnya kan tidak bareng. Pelayanan tetap maksimal,’’ jelasnya.

Terpisah, Kepala BKPSDM Kota Madiun, Haris Rahmanudin mengaku, soal kekurangan PNS dapat dipenuhi kembali. Menyusul adanya tahapan usulan formasi. Menurut dia, pemkot mengusulkan 343 formasi ke pemerintah pusat. Perinciannya, 92 formasi untuk CPNS dan 251 formasi non-PNS.

‘’Saat ini masih tahapan usulan. Usulan kami untuk memenuhi kebutuhan dasar,’’ katanya.

Baca Juga: Wali Kota Madiun Nyoblos di TPS 22

Dia berharap pemerintah pusat dapar menyetujui usulan yang dilayangkan pemkot. Dengan begitu, kekurangan ASN mampu terpenuhi. Sebab, rata-rata ada sekitar 200-an PNS pensiun setiap tahunnya.

‘’Mudah-mudahan disetujui semua. Adanya regenerasi bisa menutup kekurangan ASN,’’ pungkasnya. adv

Editor : Redaksi

Berita Terbaru