Insiden Sopir Truk dan Anggota Polantas di Exit Tol Cijago, Kanit Lantas: Sama-sama Capek

DEPOK (Realita)- AKP Erik Alfianto selaku Kanit Lantas Polsek Cimanggis jajaran Polres Metro Depok langsung mengklarifikasi terkait perihal adanya kabar oknum anggotanya terlibat dugaan pungli dengan pengemudi driver truk expedisi yang terjadi di Pos Lalu Lintas pintu exit tol Cinere-Jagorawi yang terjadi pada Selasa sore, (6/2) kemarin.

"Alhamdulillah sudah kita panggil kedua belah pihak untuk menjelaskan secara detail duduk perkara peristiwa kemarin antara keduanya," ujar Erik didepan awak media, Rabu (7/2/2024).

Baca Juga: Sopir Truk Melanggar, Bukan Ditilang Tapi Dipalak Oknum Polantas Rp 25 Ribu

Menurut keterangan kedua belah pihak, terjadi kesalahpahaman anggota kami dan pengemudi truk makanya ada miskomunikasi antara keduanya, dan hari ini teman-teman media bisa mengetahui secara detail," tambahnya.

Sebelumnya terjadi kesalahpahaman antara anggota polantas dengan pengemudi truk di pintu exit tol Cinere-Jagorawi (Cijago).Keduanya sepakat untuk menyelesaikan secara kekeluargaan agar terciptanya kondusifitas dan kamtibmas.

Jaenal sang pengemudi truk menceritakan kronologis awal kejadian tersebut, dirinya mengakui bahwa terjadi kesalahpahaman di Pos Lantas dengan petugas masalah surat-surat kendaraan yang diambil oleh petugas.

"Dengan kondisi lelah, saya pikir mau di tilang, karena surat-suratnya diminta, ternyata petugas polantas tersebut mau mengecek masa berlaku Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Surat Izin Mengemudi (SIM), makanya iseng sambil memvideokan," kata Jaenal sang pengemudi truk.

Dengan kondisi capek dan dikejar waktu untuk pengiriman barang ke tujuan jadi saya kurang konek," ucapnya.

Baca Juga: Lempar Mangga ke Rumah Tetangga, Binaragawan Ditembak Polisi Militer

Senada juga dikatakan Aiptu Andi P, dirinya juga menjelaskan bahwa kemarin tersebut tidak ada penindakan untuk si pengemudi. Kami hanya menjalankan tugas untuk mengecek kendaraan guna memberikan edukasi rambu-rambu bagi setiap pengendara yang melintas.

"Iya saya berhentikan truk tersebut dan kami cek kelengkapan STNK dan SIM guna mengedukasi bagi pengendara roda dua dan empat sesuai Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas," ungkap Andy.

Setelah petugas mengecek surat-surat kendaraan, kebetulan memang rekan-rekan petugas polantas sedang menyantap buah durian.

Baca Juga: Sumardi Ika Beri Modal Oknum Polisi Kulakan Sabu, Dituntut 7 Tahun Penjara

"Jadi ketika driver truk tersebut datang, saya juga sedang mencicipi dengan kondisi tangan kotor. Kemudian saya arahkan untuk mengambil STNK dan SIM miliknya di kantong saku celana, karena dipastikan tidak ada masalah," terangnya.

Akibat peristiwa tersebut, keduanya sepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan mengedepankan jalur musyawarah, karena benar adanya miskomunikasi antara keduanya.

"Kita sudah sama-sama saling memaafkan," pungkasnya.tom

Editor : Redaksi

Berita Terbaru