Ada Pak 'Lurah' di Rutan KPK yang Bertugas Terima Uang dari Tahanan

JAKARTA- Praktik pungli di Rutan KPK mulai terkuak, sedikit demi sedikit. Salah satunya soal tarif yang dikenakan petugas Rutan KPK kepada para tahanan.
 
Ternyata ada fasilitas untuk menyelundupkan handphone (HP) ke dalam Rutan KPK. Bahkan ada semacam tarif per bulannya bila HP sudah masuk dan digunakan para tahanan.

Hal itu terungkap dari pertimbangan Dewas KPK dalam sidang vonis yang dibacakan di Gedung ACLC KPK pada Kamis (15/2).
 
"Para tahanan di Rutan KPK diminta untuk memberikan sejumlah uang agar dapat menggunakan HP selama berada di dalam rutan," kata Dewas KPK.

Baca Juga: 93 Pegawai Rutan KPK Lakukan Pungli sejak Tahun 2016, 78 Disanksi Minta Maaf

Berikut biayanya:

Baca Juga: Tahanan KPK Dipalak Uang Pangkal Rp 20 Juta, Bulanan Rp 5 Juta, Ngecas HP Rp 300 Ribu

- Biaya untuk memasukkan handphone pertama kali ke dalam Rutan KPK sekitar Rp 10-20 Juta
- Biaya bulanan penggunaan handphone selama di dalam rutan Rp 5 juta/bulan

Tidak hanya soal HP, para petugas Rutan KPK juga memberikan fasilitas lain kepada para tahanan.

Baca Juga: Tahanan KPK Rela Bayar Puluhan Juta agar Diberi HP dan Tak Bersihkan Toilet

Termasuk memasukkan barang atau makanan ke dalam rutan hingga memfasilitasi para tahanan untuk mengisi daya HP. Padahal hal tersebut dilarang.
 
Para petugas Rutan KPK 'tutup mata' meski tahu adanya praktik tersebut. Sebab, mereka sudah menerima uang bulanan dari para tahanan.

Para tahanan mengumpulkan uang melalui 'Korting' yakni tahanan yang dituakan. Uang kemudian diserahkan kepada perwakilan petugas yang disebut 'Lurah'.
 
'Lurah' tersebut kemudian membagikan uang kepada para petugas Rutan KPK secara bulanan. Praktik tersebut sudah terjadi sejak 2018 bahkan hingga 2023. Para petugas Rutan KPK yang terlibat diduga hingga 93 orang.Ran

Editor : Redaksi

Berita Terbaru