Pelajar SD Nyaris Buta Kena Lemparan Kayu di Jombang, Ganti Rugi Dinilai Tak Sepadan

JOMBANG - Kasus pelajar Sekolah Dasar (SD) Plus Darul Ulum, Jombang yang matanya nyaris buta akibat terkena lemparan kayu teman sekelasnya, belum menemukan titik terang.

Orang tua korban HN (10), Erna Widyawati mengatakan hingga kini belum bersepakat damai dengan keluarga pelaku, maupun pihak sekolah.

Baca Juga: Polisi Naikkan Status Kasus Pelajar SD di Jombang yang Nyaris Buta karena Terlempar Kayu

Meskipun, pihak sekolah menawarkan uang sebesar Rp 20 juta, untuk mengganti biaya operasi mata HN, di rumah sakit mata Undaan Surabaya.

Ia mengaku uang yang diberikan dinilai tidak sepadan dengan biaya pengobatan hingga penglihatan anaknya yang tak bisa pulih seratus persen.

"Kemarin (tanggal 15 Februari) saya menjalani mediasi lagi, tapi yang dibahas hanya BPJS saja, tidak ada membahas kompensasi yang diderita anak saya," kata Erna, Selasa (20/2/2024).

Erna mengaku bahwa, nominal uang yang ditawarkan dari pihak sekolah dan orang tua AG, tidak sepadan dengan biaya yang telah dikeluarkan sejak hari pertama kejadian.

Bahkan, sambung Erna, mediasi yang dilakukan dengan pihak yayasan menurutnya juga belum menemukan titik temu.

"Pihak yayasan hanya menyampaikan bantuan kelancaran pengobatan menggunakan BPJS," ujarnya.

Sementara Erna selama pengobatan mengambil jalur umum. Sebab, ia mengaku khawatir dengan kondisi mata anaknya tersebut.

Baca Juga: Usai Congkel Mata Istri Siri, Supri Melarikan Diri

"Bukan berarti pakai BPJS tidak baik ya, tapi saya merasakan perbedaannya memang sangat jauh, tindakan kalau pakai umum sangat lancar dan memuaskan," tuturnya.

Meski demikian, Erna juga mengaku belum menerima bantuan yang ditawarkan pihak sekolah maupun orang tua GN, untuk berdamai.

"Nilainya Rp 10 juta dari orang tua AG, Rp 7 juta dari donasi siswa, dan Rp 3 juta dari sekolah atau dari yayasan. Itu untuk operasi satu kali saja kurang," katanya.

Sementara itu, Kepala SD Plus Darul Ulum Jombang, Ike Sinta Dewi, membenarkan jika sudah menawarkan bantuan senilai Rp 20 juta untuk HN sebelum menjalani operasi pada tanggal 5 Februari kemarin.

Besaran angka itu ditetapkan setelah pihak sekolah turut mendampingi HN saat menjalani proses pemeriksaan di RS Mata Undaan Surabaya.

"Saat itu kami berpegang pada ucapan dokter, jika operasi membutuhkan biaya belasan juta, jadi saya bulatkan menjadi Rp 20 juta. Dari orang tua AG, donasi siswa, dan sekolah," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sungguh naas peristiwa yang dialami HN (10) pelajar SD Plus Darul Ulum, Jombang, Jawa Timur.

HN dinyatakan mata kanannya mengalami buta permanen, usai tak sengaja terlempar kayu, oleh AG (10) teman sekelasnya.

Peristiwa itu dialami HN pada tanggal 9 Januari 2024 kemarin. Saat itu, siswa sekolah dasar yang ada di jalan Sultan Agung No.03, Jelakombo, Kec. Jombang, tersebut, tengah menunggu jam pergantian pelajaran.rif

Editor : Redaksi

Berita Terbaru