Seorang Bocah di Cipulir Jakarta Digigit Anjing, Syaraf Air Mata Diduga Putus

JAKARTA- Sebuah insiden mengerikan terjadi di Cipulir, Jakarta Selatan, pada tanggal 17 Juni 2023. Arkan, seorang bocah berusia 7 tahun, menjadi korban gigitan anjing peliharaan tetangganya saat bermain dengan neneknya. Gigitan anjing tersebut mengenai mata kiri Arkan, menyebabkan putus syaraf air matanya.

Peristiwa ini memicu perdebatan di antara warga setempat tentang tanggung jawab pemilik anjing dan tindakan yang perlu diambil.

Beberapa pihak berpendapat bahwa pemilik anjing harus bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut, mengingat anjing peliharaan mereka telah menyebabkan cedera serius pada Arkan. Mereka menuntut tindakan tegas, mulai dari denda hingga tuntutan hukum.

Di sisi lain, beberapa warga berpendapat bahwa kejadian tersebut adalah sebuah kecelakaan yang tidak disengaja.

Mereka menilai pemilik anjing tidak memiliki niat jahat dan seharusnya tidak dibebani tanggung jawab penuh.

Perdebatan ini menyoroti pentingnya pemahaman dan kesadaran akan bahaya yang bisa ditimbulkan oleh hewan peliharaan.

Pemilik anjing memiliki tanggung jawab untuk memastikan keamanan dan keselamatan lingkungan sekitar, sementara warga lain perlu memahami risiko yang mungkin timbul dari interaksi dengan hewan peliharaan.

Sebuah insiden mengerikan terjadi di Cipulir, Jakarta Selatan, pada tanggal 17 Juni 2023. Arkan, seorang bocah berusia 7 tahun, menjadi korban gigitan anjing peliharaan tetangganya saat bermain dengan neneknya. Gigitan anjing tersebut mengenai mata kiri Arkan, menyebabkan putus syaraf air matanya.

Peristiwa ini memicu perdebatan di antara warga setempat tentang tanggung jawab pemilik anjing dan tindakan yang perlu diambil.

Beberapa pihak berpendapat bahwa pemilik anjing harus bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut, mengingat anjing peliharaan mereka telah menyebabkan cedera serius pada Arkan. Mereka menuntut tindakan tegas, mulai dari denda hingga tuntutan hukum.

Di sisi lain, beberapa warga berpendapat bahwa kejadian tersebut adalah sebuah kecelakaan yang tidak disengaja.

Mereka menilai pemilik anjing tidak memiliki niat jahat dan seharusnya tidak dibebani tanggung jawab penuh.

Perdebatan ini menyoroti pentingnya pemahaman dan kesadaran akan bahaya yang bisa ditimbulkan oleh hewan peliharaan.

Pemilik anjing memiliki tanggung jawab untuk memastikan keamanan dan keselamatan lingkungan sekitar, sementara warga lain perlu memahami risiko yang mungkin timbul dari interaksi dengan hewan peliharaan.

Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan keselamatan dan bertanggung jawab atas tindakan mereka. Diharapkan kejadian serupa dapat dihindari di masa depan.ty

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Ini 15 Manfaat Chia Seed Untuk Kesehatan

SURABAYA (Realita). Manfaat chia seed telah sangat populer untuk mengoptimalkan kesehatan tubuh. Hal ini karena biji-bijian imut ini ternyata memiliki beragam …