Senin, 27 Sep 2021 WIB

Gegara PPKM, Ojol di Batu Utang Tetangga untuk Berobat Istrinya yang Sakit

Selasa, 03 Agu 2021 21:03 WIB
Gegara PPKM, Ojol di Batu Utang Tetangga untuk Berobat Istrinya yang Sakit

Agus Setyo Budi saat merawat istrinya yang terbaring di kamarnya karena sakit/ist.

KOTA BATU (Realita)- Nasib naas dialami Agus Setyo Budi warga RT.1, RW.11, No.1, Jalan Kelud, Gang Punden, Kaliputih, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu. Pasalnya, saat diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), pria yang bekerja sehari-hari sebagai ojek online (ojol) ini penghasilannya turun drastis. 

Ditambah istrinya yang menderita anemia, yang mengakibatkan bercak-bercak di wajah berwarna merah dan bengkak hampir di sekujur tubuhnya.

"Ya, penghasilan saya sebagai tukang ojek online terus terang memang menurun. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja tidak cukup. Bantuan dari pemerintah juga tidak seberapa yang kami terima," kata Agus kepada awak media. 

"Istri saya sejak berobat ke dokter ke daerah Sidomulyo diberi obat. Usai mengkonsumsi obat hingga habis, muncul bercak-bercak di wajah berwarna merah hampir di sekujur tubuhnya," ungkapnya. 

Bapak dari dua anak ini juga mengaku, untuk membeli obat untuk istrinya, ia harus meminjam uang kepada tetangga dan saudaranya. 

"Saat ini, untuk membeli obat lagi, saya mau tak mau terpaksa harus meminjam uang kepada tetangga dan saudara," katanya. 

Lebih lanjut, kata Agus, istrinya pernah dibawa ke salah satu rumah sakit swasta di Kota Batu pada Senin (2/7/2021) dengan dibantu mobil ambulan. Sudah tiga rumah sakit di Kota Batu yang didatangi, namun penuh semua. 

"Iya kemarin dibantu ambulance, sudah tiga rumah sakit yang kami datangi tapi penuh semua. Akhirnya, istri saya kembali dibawa pulang ke rumah. Walaupun sempat diswab antigen, namun hasilnya negatif. Di salah satu rumah sakit terakhir, istri saya disuntik dan diberi obat. Alasan kami bawa pulang ke rumah, karena kami tak mampu membayar ongkos biaya rawat inap. Ya, dengan terpaksa saya rawat sendiri di rumah," bebernya. 

Saat ini Agus hanya bisa berharap, agar ada bentuk perhatian dari Pemerintah Kota Batu melalui dinas terkait untuk pengobatan istrinya. 

"Ya, kami berharap adanya bantuan dari pihak Pemerintah Kota Batu, untuk membantu meringankan beban kami sekeluarga, salah satunya dengan perawatan atau pengobatan istri saya," pungkasnya.mad