KPPU: Shopee Akui Melanggar dan Terima Poin-Poin Perubahan Perilaku

JAKARTA (Realita) – Baik PT Shopee International Indonesia (Shopee) maupun PT Nusantara Ekspres Kilat (Shopee Express) mengaku telah melanggar Undang-Undang No. 5 Tahun 1999, khususnya Pasal 19 huruf d dan Pasal 25 ayat (1) huruf a terkait layanan jasa pengiriman (kurir) di platform Shopee dengan menyetujui berbagai poin perubahan perilaku yang ditetapkan Majelis KPPU dalam sidang di Kantor KPPU Jakarta, Selasa (25/06/2024).

Sidang tersebut dipimpin Ketua Majelis Aru Armando dengan Anggota Majelis Gopprera Panggabean dan Budi Joyo Santoso. Shopee sebagai Terlapor I dan Shopee Express sebagai Terlapor II hadir bersama kuasa hukum masing-masing. Dan, pengakuan tersebut akan dituangkan pada Pakta Integritas Perubahan Perilaku yang akan ditandatangani kedua Terlapor pada sidang selanjutnya.

Baca Juga: Kenaikan Tiket Ferry dan Pembangunan Pelabuhan di Batam Dalam Penyelidikan KPPU

Disebutkan, sebelumnya Shopee mengajukan Perubahan Perilaku pada 20 Juni 2024, dan disetujui oleh Majelis Komisi dengan membacakan poin-poin Pakta Integritas Perubahan Perilaku serta syarat dan kewajiban perubahan perilaku pada masing-masing Terlapor.

Baca Juga: PT Bundamedik Terancam Sanksi Atas Keterlambatan Notifikasi Akuisisi Saham

Poin-poin dalam Pakta yang disampaikan Majelis Komisi pada prinsipnya memuat bahwa masing-masing Terlapor menerima Laporan Dugaan Pelanggaran (LDP) yang disampaikan Investigator, dan mengakui perbuatan sebagaimana diuraikan dalam LDP, serta mengajukan permohonan kesempatan Perubahan Perilaku perkara a quo dengan syarat dan kewajiban.

Baca Juga: KPPU dan APINDO Sinergi, Tingkatkan Kepatuhan Atas Persaingan Usaha

Dalam sidang ini kedua Terlapor menerima poin-poin Pakta tersebut, termasuk mengakui dugaan pelanggaran yang diuraikan dalam LDP. Majelis Komisi akan melanjutkan persidangan berikutnya dengan agenda Penandatanganan Pakta Integritas pada 2 Juli 2024. gan

Editor : Redaksi

Berita Terbaru