Jerry Massie: Menkominfo Harus Mundur atau Dipecat Presiden!

JAKARTA – Direktur Political dan Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie mendesak agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera memecat Budi Arie Setiadi sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) di Kabinet Indonesia Maju.

Hal ini disampaikan Jerry pasa insiden bobolnya Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) yang terjadi di Surabaya. Ia menilai bahwa kasus ini menjadi tamparan keras bagi Indonesia. Bahkan ini merupakan bencana digital yang menjadi kesalahan fatal dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), termasuk Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Baca Juga: PDN Diretas, DPR ke BSSN: Itu Bodoh

“Maka saya mendesak Menteri Kominfo harus mundur atau dicopot Jokowi. Karena saya nilai Menteri ini buta soal urusan teknologi dan informasi karena bukan basic, skill dan expert-nya,” kata Jerry dalam keterangannya, Selasa (2/7/2024). 

Kejadian kerusakan 98% data di Pusat Data Nasional Sementara Kominfo akibat serangan ransomware tersebut sudah menjadi perhatian publik secara serius. Bagaimana negara bisa menyediakan tata kelola data secara terpusat untuk lintas kementerian dan lembaga, namun tak menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang tepat dalam tata kelola manajemen IT dan security system.

Baca Juga: Ngaku Kalah Lawan Hacker yang Serang Pusat Data Nasional, Pemerintah Pasrah Tak Bisa Selamatkan Data

Apalagi kata Jerry, budget yang digelontorkan negara untuk pengelolaan Pusat Data Nasional ini bukan angka yang sedikit.

“Bayangkan saja anggaran Rp 700 miliar agar menjaga dan pemeliharaan PDN sebelum diserang ransomware atau serangan hacker terhadap data milik pemerintah tapi tak becus dilakukan, ini memalukan,” ujarnya.

Baca Juga: Ancaman Pemerintah untuk Blokir X karena Pornografi, Bukan Gertakan Sambal

Setidaknya, kasus ini pun jelas telah merusak public trust kepada pemerintah dalam pengelolaan data nasional terpusat. Ia tak habis pikir, jika pola manajemen data ini tidak diperbaiki sesegera mungkin, Jerry khawatir data-data krusial di Indonesia akan mengalami hal yang sama.

“Dan bahaya lagi data-data penduduk Indonesia. Bisa saja nomor rekening penduduk Indonesia bisa dibobol para hacker,” tukasnya.jr

Editor : Redaksi

Berita Terbaru