Untuk Kurangi Waktu Tunggu Penumpang, Armada Angkot ber-AC di Depok akan Ditambah

Advertorial

DEPOK (Realita) - Untuk terus mengembangkan sistem transportasi umum di Kota Depok, armada angkot ber-AC rencananya akan ditambah.

Itu karena, PT Comuter Anak Bangsa (CAB) bersama dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok siap untuk menginvestasikan sumber daya pengembangan transportasi umum tersebut.

Direktur Utama PT CAB, Irawan Purwono, mengungkapkan, jika pihaknya akan menambah armada angkot ber-AC tersebut.

Rencananya dari total 10 unit yang sudah dioperasikan saat ini, nantinya akan ditambah hingga 25 unit.

Penambahan angkot ber-AC itupun bertujuan untuk mengurangi waktu tunggu penumpang.

"Kami siap untuk menambah armada kalau permintaannya meningkat," kata Irawan Purwono, Selasa (30/7/2024).

Kemudian, dirinya menjelaskan, bahwa PT CAB menargetkan setiap unit kendaraan itu per harinya dapat mengangkut lebih dari 50 penumpang.

Sejauh ini, lanjut Irawan, sekitar 1.700 warga sudah memanfaatkan layanan moda transportasi angkot ber-AC tersebut dari 9 Juli 2024 lalu.

Lebih lanjut, dalam hal ini PT CAB pun memperkenalkan sistem pembayaran nontunai (cashless) guna meningkatkan efisiensi dan keamanan.

"Investasi ini diharapkan memberikan manfaat untuk pemegang saham, pengemudi, masyarakat dan pemerintah," jelasnya.

Dalam mendukung inisiatif tersebut, Pemkot Depok juga memfasilitasi kebutuhan administrasi publik.

Kebutuhan adminstrasi publik itu seperti penetapan titik pemberhentian dari angkot ber-AC ini.

"Kami akan membuat perangkat lunak yang bisa memudahkan pengguna untuk mengetahui waktu kedatangan dari angkot ber-AC ini," pungkasnya. Hry

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Jalan Mundur, Truk Box Tabrak Lansia

SEBUAH kendaraan box dengan ceroboh mundur, menabrak seorang pejalan kaki lanjut usia di belakangnya; rekaman kamera menangkap tindakan kontroversial pengemudi …

Terduga ODGJ Bacok Pasutri saat Berkebun

HST (Realita)- Seorang pria yang diduga sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) melakukan pembacokan kepada pasangan suami istri (Pasturi) saat berkebun di …