SURABAYA (Realita)- Fenomena saat menjelang bulan Ramadhan, banyaknya pengemis dadakan yang berkedok sebagai juru bersih dan penjaga di area makam.
Pemandangan ini sering kita jumpai saat berziarah ke makam keluarga menjelang bulan Ramadhan. Mereka menyerbu makam-makam untuk mengais belas kasih peziarah.
Ziarah kubur (Nyekar) merupakan tradisi masyarakat Indonesia khususnya di Jawa saat menjelang bulan ramadhan.
Masyarakat yang datang ke makam keluarga untuk membacakan doa dan membersihkan area sekitar makam merasa terganggu dengan adanya para pengemis.
Dari pantauan Realita.co, banyak para peziarah yang dibuat geram dengan ulah para pengemis dan juru parkir liar ini.
Maria contohnya, peziarah perempuan asal luar Surabaya ini merasa terganggu dengan para pengemis dan juru parkir liar di area makam umum Putat jaya ini.
"Astaghfirullah, sudah saya kasih Rp 20 ribu biar dibagi 4 orang, eh lainnya datang lagi. Mulai ibu-ibu sampai anak kecil yang ngejar saya," ujarnya dengan raut wajah kecewa.
Maria menambahkan, dengan momentum ini ia berharap bisa berdoa dengan khusyuk untuk almarhum ayah dan kakaknya. Namun terganggu dengan adanya para pengemis-pengemis.
"Orang ziarah itu harapannya bisa khusyuk, tapi gimana mau khusyuk, berdoa aja di ganggu terus. Apalagi dengan kesempatan ini, juru parkir pun ugal-ugalan tariknya, masak iya motor Rp 10 ribu," ungkap Maria.
Harapannya di saat moment menjelang ramadhan, pemerintah kota bisa menempatkan aparatur-aparaturnya untuk menindak dan mencegah hal-hal ini.ty
Editor : Redaksi