Empat Dekade Sawah Terendam, Harapan Petani 5 Desa Di Ponorogo Bangkit di Tangan Bupati Giri

PONOROGO (Realita)- Air tak hanya merendam sawah, tapi juga harapan ratusan petani di lima desa di Ponorogo selama lebih dari 40 tahun. Sejak tahun 1980, ratusan hektar lahan pertanian di kawasan itu menjadi kolam permanen yang menenggelamkan mata pencaharian, tanpa solusi, tanpa perhatian berarti.

Namun kini, secercah cahaya mulai menyinari petani 5 desa yang memiliki sawah di kawasan Prengguk. Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, yang akrab disapa Bupati Giri, mengambil langkah berani yang selama puluhan tahun tak pernah dilakukan. Yakni, membongkar mercu Bendung Asem Tropong, struktur yang ada di Kali Sobo dan Kali Slahung yang dituding sebagai penyebab utama bencana agraria ini.

Dalam rembug akbar yang mempertemukan 400 petani dari Desa Beringinan, Sendang, Tatung, Sedarat, dan Purworejo, keputusan monumental itu diumumkan, Sabtu (03/05/2025).

“Kita bongkar mercunya. Kita tambah pintu air. Kita bebaskan lahan petani dari belenggu genangan,” ujar Bupati Giri penuh tekad.

Tak hanya itu, langkah-langkah nyata langsung digelar. Minggu ini, pengangkatan sedimentasi sungai dimulai, dan sebuah gugus tugas bernama Paling Jitu (Paguyuban Lingkungan Nyawiji Bersatu) dibentuk untuk memastikan solusi tak hanya jadi janji. Mereka akan menjaga, mengontrol, dan menindak tegas siapa pun yang mencemari sungai atau menyalahgunakan pintu air.

“ Termasuk operasional pintu air terutama ketika banjir,” akunya.

Kepala Desa Bringinan, Subarno, tak kuasa menyembunyikan haru. “Sejak saya kecil, sawah ini selalu tergenang. Seolah sudah ditakdirkan mandul. Kini, harapan kami seperti tumbuh kembali. Empat dekade kerugian, empat dekade penantian, dan kini perubahan mulai datang,” pungkasnya. znl

Editor : Redaksi

Berita Terbaru