Pipis di Tepi Hutan, Sopir Truk Diserang Macan Tutul

SELANGOR (Realita)- Seorang pengemudi truk berusia 50-an dari Bandar Bukit Tinggi, Klang, Selangor, terluka parah setelah diserang macan tutul saat berhenti untuk buang air kecil di dekat tepi hutan.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Bukit Tangga-Seremban, Jelebu, Negeri Sembilan 3 April kemarin sekitar pukul 15.31.

Menurut Direktur Jenderal Departemen Perlindungan Satwa Liar dan Taman Nasional (PERHILITAN) untuk Semenanjung Malaysia, Datuk Abdul Kadir Abu Hashim, pihaknya menerima laporan mengenai kejadian tersebut setelah sebuah video menjadi viral yang memperlihatkan momen macan tutul menyerang pengemudi truk.

Video berdurasi 16 detik itu memperlihatkan seekor macan tutul berlari menuju hutan setelah menyerang korban yang sedang keluar dari truk untuk buang air kecil di area dekat hutan.

"Video yang viral di media sosial memperlihatkan seekor macan tutul berlari kencang menuju kawasan hutan di seberang jalan. Berdasarkan informasi dalam video tersebut, kami langsung menerjunkan tim investigasi ke lokasi kejadian untuk melakukan investigasi lebih lanjut," jelas Datuk Abdul Kadir.

Penyelidikan menemukan bahwa korban, seorang warga setempat berusia 50-an, tiba-tiba diserang di kepala oleh seekor macan tutul yang diyakini keluar dari kawasan hutan terdekat.

Setelah menyerang mangsanya, binatang itu melarikan diri ke hutan di seberang jalan. Terdapat jejak darah korban di tempat kejadian perkara, yang mengonfirmasi bahwa serangan tersebut bersifat kekerasan.

Menurut laporan yang diterima dari polisi, korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Seremban untuk mendapatkan perawatan.

Meski dalam kondisi serius, korban dilaporkan masih sadar dan akan menjalani pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk menilai cedera lebih lanjut di kepala yang diserang macan tutul tersebut.

"Kondisi korban dilaporkan stabil, namun masih perlu menjalani perawatan lebih lanjut dan pemantauan lebih ketat untuk memastikan tidak ada luka serius yang tidak terdeteksi," kata Datuk Abdul Kadir.

Terkait dengan kejadian tersebut, Dinas Kehutanan dan Satwa Liar menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati saat melewati kawasan dekat hutan, terutama di daerah pinggir hutan yang berpotensi menjadi habitat satwa liar seperti macan tutul.

"Kami juga akan terus melakukan patroli dan pemantauan di lokasi kejadian dan sekitarnya guna memberikan rasa aman kepada warga sekitar dan pengguna jalan," imbuhnya.

Abdul Kadir juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dan mematuhi imbauan keselamatan saat berada di kawasan hutan atau kawasan yang banyak terdapat populasi satwa liar.

Seperti diketahui, macan tutul dan beberapa spesies hewan liar lainnya sering muncul di kawasan hutan yang berbatasan dengan pemukiman manusia.

Kejadian ini juga menyadarkan kita akan pentingnya kerjasama antara pihak berwenang seperti Dinas Kehutanan dan Kepolisian untuk saling memantau serta mengendalikan situasi yang terjadi agar keselamatan masyarakat dapat lebih terjaga.

Selain itu, Departemen Satwa Liar juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan sendiri atau mendekati binatang liar jika mereka menjumpainya di tempat terbuka.

Jika menghadapi situasi serupa, tindakan segera yang perlu diambil adalah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang untuk memastikan tindakan yang tepat diambil.ber

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Ayu Ting Ting Masuk Rumah Sakit

JAKARTA (Realita) - Penyanyi sekaligus host Ayu Ting Ting mendadak dilarikan ke rumah sakit. Dia pun kini dikabarkan menjalani rawat inap. Informasi ini …