KABUPATEN BANDUNG (Realita) - Dalam upaya menjaga iklim usaha dan investasi yang aman dan kondusif, Polresta Bandung terus menunjukkan komitmennya melalui pelaksanaan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).
Terbaru, kegiatan ini digelar pada Sabtu (10/5/2025) malam, mulai pukul 21.00 WIB, dengan sasaran kawasan industri dan titik rawan di Kabupaten Bandung.
Langkah ini mendapat apresiasi tinggi dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Bandung, sebagai bentuk nyata hadirnya negara dalam mendukung kenyamanan para pelaku usaha dari ancaman premanisme dan gangguan keamanan lainnya.
KRYD yang digelar Polresta Bandung meliputi patroli mobile ke area vital, termasuk kawasan industri, sentra ekonomi, dan titik keramaian yang rawan gangguan keamanan.
Hal ini dimaksudkan untuk menekan potensi premanisme, pungutan liar, dan gangguan kamtibmas lainnya.
“Kami hadir untuk memberikan jaminan keamanan kepada seluruh pelaku usaha dan masyarakat. Keamanan adalah fondasi utama pertumbuhan ekonomi,” ucap Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono, melalui keterangannya, Minggu (11/5/2025).
Kepolisian akan terus hadir di tengah masyarakat dan meningkatkan intensitas patroli, khususnya di sektor-sektor strategis.
Lebih lanjut, Kapolresta menjelaskan, sebagai bentuk nyata dari kinerja pengamanan, Polresta Bandung dalam empat bulan terakhir telah menindak 179 kasus yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Di antaranya, dua kasus besar terkait premanisme yang melibatkan ormas berhasil ditangani.
“Kami tidak mentolerir bentuk-bentuk pemerasan, intimidasi, atau kekerasan yang dapat merugikan pengusaha. Tindakan tegas akan terus kami lakukan,” tegas Kapolresta.
Selain penindakan, kegiatan KRYD juga membawa misi edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha tentang pentingnya menjaga kamtibmas bersama.
Kapolresta mengungkapkan jika jajarannya menyampaikan pesan-pesan moral agar masyarakat tidak segan melapor jika mengalami intimidasi atau tekanan dari pihak manapun.
“Kami butuh dukungan dan partisipasi masyarakat untuk menciptakan Bandung yang aman dan bersahabat bagi investasi,” beber Kapolresta.
Disisi lain, Ketua APINDO Kabupaten Bandung, Wilky Kurniawan, menyambut positif langkah preventif yang dilakukan Polresta Bandung.
Menurut Wilky, suasana aman dan tertib sangat dibutuhkan pelaku usaha agar bisa berproduksi dan berinvestasi secara optimal.
“Kami mengapresiasi langkah Polresta Bandung yang aktif menjaga keamanan. Ini sangat membantu kami sebagai pelaku usaha. Karena tanpa rasa aman, mustahil investasi bisa berkembang,” ujar Wilky.
Wilky menambahkan bahwa sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan dunia usaha merupakan pondasi penting untuk pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga memperlihatkan sinergi yang kuat antara kepolisian, pemerintah daerah, dan pelaku usaha.
“Kami melihat, ke depan, kegiatan seperti ini perlu terus ditingkatkan. Karena keamanan adalah tanggung jawab bersama, dan kunci keberhasilan ekonomi daerah,” ujar Wilky. Hry
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-38890-cegah-premanisme-polresta-bandung-diapresiasi-pelaku-usaha