Ring Tarkam Part 3 Bawa Ponorogo ke Peta Tinju Asia, Sabuk WBC Diperebutkan di Ajang Mahasiswa

PONOROGO (Realita)- Siapa sangka sebuah event tinju mahasiswa bisa menembus kancah internasional? Lewat RingTarkam Part 3, Ponorogo akan mencatat sejarah baru sebagai tuan rumah perebutan sabuk World Boxing Council (WBC) Asia—sebuah pencapaian langka di luar Jakarta dan kota besar lainnya.

Digagas promotor muda Muhammad Gibran Cahyaning Pangeran dari Gbrand Sport, RingTarkam Part 3 akan digelar pada 24–26 Juli 2025, dan menghadirkan pertandingan profesional berkelas internasional di samping 10 laga amatir mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia.

“Ini bukan sekadar tinju kampus biasa. Untuk pertama kalinya dalam sejarah RingTarkam, laga profesional akan memperebutkan sabuk WBC Asia, yang merupakan pengakuan resmi dari badan tinju dunia,” ujar Gibran dalam konferensi pers di Crystal Hall Maesa Hotel, Kamis (22/5/2025).

WBC Asia, sebagai salah satu konfederasi regional di bawah WBC global, hanya memberikan sabuk pada laga-laga dengan standar profesional tinggi. Dihadirkan di Ponorogo, ini menandakan bahwa RingTarkam bukan hanya ajang lokal, tapi sudah naik kelas sebagai panggung internasional.

Tak hanya sabuk WBC Asia, ajang ini juga memperebutkan Sabuk Emas Bupati Ponorogo, Sabuk RingTarkam, dan Sabuk Komisi Tinju Indonesia (KTI) menjadikannya salah satu turnamen paling prestisius dalam kalender tinju nasional tahun ini.

Gibran menambahkan, kolaborasi dengan Airatix dan dukungan dari KTI menunjukkan keseriusan dalam membangun jalur karier petinju muda, khususnya dari kalangan mahasiswa, menuju pentas profesional dan internasional.

“Melalui RingTarkam, kami ingin menunjukkan bahwa tinju kampus bisa jadi lumbung atlet profesional. Dari Ponorogo, kita buktikan bisa berbicara di Asia,” tegasnya.

Rangkaian pertandingan akan disiarkan langsung di televisi, menjangkau penonton lebih luas dan memperkuat positioning RingTarkam sebagai sportainment berkelas, sekaligus membuka peluang pariwisata dan ekonomi lokal. znl

Editor : Redaksi

Berita Terbaru