Depresi Gagal Nikah, Gadis Berprofesi Guru TPA di Makassar Nekat Bundir

MAKASSAR (Realita)-  Entah setan apa yang merasuki Suriana (25), atau biasa dipanggil Ustadzah Sophia hingga nekat menghabisi  nyawanya sendiri dengan jalan gantung diri pada 1/3/2026 sekitar pukul 16.00 WITA. Gadis yang sehari-harinya  mengenakan cadar dan berprofesi sebagai guru TPA (Taman Pendidikan Al Quran) di Sekolah Qur'an Imam Muslim, milik  yayasan Imam Muslim Makassar yang beralamat di Jl. Kotipa 15, Kodam 3 Blok 05/15, Kelurahan Katimbang, Kecamatan  Biringkanaya, Kota Makassar itu ditemukan sudah menjadi mayat di kamar pondoknya sendiri. Hal ini sangat menggegerkan  warga yang menyambut berbuka puasa Ramadhan. 

Ustadzah Sophia mengambil jalan pintas gantung diri menggunakan kain jilbabnya sendiri yang diikatkan di kayu ventilasi  pintu kamarnya yang berada di lantai 2 gedung sekolah tersebut. Saat ditemukan, korban yang mengenakan daster warna  oranye itu lidahnya sudah menjulur berliur, mata mendelik, ada ceceran tinja di anus, kaki, dan lantai, serta vaginanya  mengeluarkan hadast besar (cairan pelumas), tangannya juga mengepal. Ada kursi lipat plastik yang sudah ditendang  korban. Di kamarnya terdapat mukena, cadar, Al Quran yang masih terhampar diatas sajadah. Di atas Al Quran miliknya ada  secarik surat wasiat dari korban untuk keluarganya. Surat wasiat itu berisi permintaan maaf korban, dan minta mayatnya  dibawa ke Soppeng, korban juga mengaku memilih mati di bulan Ramadhan, agar mendapat syafaat ke surga. 

Santer dugaan kenekatan Ustadzah yang dikenal periang dan religius ini adalah karena masalah asmara. Ustadzah Sophia  diduga gagal menikah dengan salah seorang pemuka agama di kampung halamannya. Menurut saksi, status mereka itu  sudah taaruf, namun pria itu lebih memilih ustadzah yang lain hingga membuat korban depresi dan memilih mati gantung  diri. Sebelum kejadian, usai sholat Ashar berjamaah, Ustadzah Sophia sempat diajak teman guru TPA lainnya untuk  berbelanja ke pasar dan membeli  takjil, namun korban menolak dan ditinggal sendirian di kamar pondoknya. Korban bilang  tidak enak badan dan ingin melanjutkan tadarus Quran dan sholat sunnah. Sepulang dari pasar teman-temannya memanggil  korban, namun tidak ada tanggapan. Setelah dilihat ternyata Ustadzah Sophia sudah mati tergantung. Hal itu tentunya  menggegerkan warga sekitar pondok, sekolah, dan lingkungan setempat. 

Saat ini mayat Ustadzah Sophia sudah dikirim ke kampung halamannya di Soppeng, dan di TPA tempat korban bekerja akan  diadakan pengajian rutin untuk mengenang kepergian korban.dae

 

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Resort Terbakar, 1 Karyawan Tewas 

DELA (Realita)- Kebakaran hebat yang melanda Paduppa Resort di kawasan wisata Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), memakan korban …

Jalur Tengkorak Tabanan Makan Korban lagi

TABANAN (Realita)- Jalur tengkorak Tabanan tepatnya di  jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk termasuk wilayah Banjar Soka Kaja, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, K …