Tukar Rokok dengan Pisang, Cara Seru Surabaya Kampanyekan Hidup Sehat

SURABAYA (Realita)— Minggu pagi yang cerah di Taman Bungkul, Surabaya, tak hanya diwarnai aktivitas rutin warga kota. Suasana berubah semarak ketika ratusan generasi muda tumpah ruah mengikuti perayaan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2025 yang dihelat oleh Research Group Tobacco Control (RGTC) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair).

Dengan mengusung tema “Surabaya Bersinergi Wujudkan Generasi Muda Hebat Tanpa Rokok”, kegiatan ini tak sekadar kampanye. Ia menjadi simbol harapan — bahwa masa depan Indonesia bisa lebih sehat, kuat, dan bebas dari jeratan industri tembakau.

Aksi Seru dengan Pesan Serius
Bukan sekadar ajakan kosong, HTTS 2025 hadir dengan berbagai kegiatan interaktif yang membaurkan edukasi dan hiburan. Mulai dari senam sehat bersama, pertunjukan seni, hingga edukasi kreatif dari para mahasiswa dan komunitas mitra. Tak kalah menarik, peserta dapat mengikuti aksi tukar rokok dengan pisang — simbol transisi menuju gaya hidup sehat yang lebih manusiawi.

Di antara kerumunan, tampak sebuah kemasan rokok raksasa dibawa mengelilingi area Car Free Day, lengkap dengan papan tanda bertuliskan “Protecting Children From Tobacco Industry Interference.” Sebuah pesan tegas yang menyuarakan pentingnya melindungi anak-anak dari manipulasi industri tembakau.

“Ini menunjukkan bahwa kesadaran generasi muda terhadap bahaya rokok semakin meningkat,” ujar Prof. Dr. Santi Martini, dr., M.Kes., Dekan FKM Unair dengan penuh semangat.

Dari Surabaya untuk Jawa Timur
Kemeriahan HTTS di Surabaya juga menjadi inspirasi bagi kabupaten dan kota lain di Jawa Timur. Bersama mitra perguruan tinggi, kegiatan serupa digelar serentak di berbagai daerah: dari Universitas Wiraraja di Sumenep, hingga Universitas Ibrahimy di Situbondo. Semangat bersama ini menjadi bukti bahwa isu kesehatan bukan milik satu pihak, melainkan tanggung jawab kolektif.

Puncak kegiatan juga diramaikan oleh lomba poster tingkat SMP bertema “Lindungi Generasi, Wujudkan Indonesia Emas 2045”. Sebanyak 60 siswa dari berbagai sekolah negeri dan swasta di Surabaya ambil bagian dalam menyuarakan harapan mereka untuk masa depan yang lebih sehat.

Regulasi yang Hidup, Bukan Sekadar Teks Hukum
Komitmen kuat juga datang dari Pemerintah Kota Surabaya. Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nanik Sukristina, S.KM., M.Kes., menegaskan bahwa keberadaan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Nomor 2 Tahun 2019 dan Perwali Nomor 110 Tahun 2021 bukanlah formalitas belaka.

“Perda ini bukan hanya aturan di atas kertas, tapi wujud komitmen untuk melindungi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan remaja dari paparan asap rokok,” tegas Nanik.

Sinergi Lintas Sektor untuk Generasi Emas
Dr. Arief Hargono, drg., M.Kes., Ketua kegiatan HTTS 2025 FKM Unair, menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak. Menurutnya, keberhasilan acara ini adalah hasil sinergi lintas sektor: akademisi, pemerintah, komunitas, hingga masyarakat umum.

“Kita sedang menyelamatkan masa depan. Hari ini, kita bergerak bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk anak-anak kita di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Dengan semangat yang mengalir dari Taman Bungkul ke berbagai pelosok Jawa Timur, HTTS 2025 bukan sekadar perayaan tahunan. Ia adalah sebuah gerakan — perlahan tapi pasti — untuk mewujudkan generasi muda yang hebat, sehat, dan bebas dari rokok.yudhi

Editor : Redaksi

Berita Terbaru