SAMPANG (Realita)- Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Ketapang diduga lakukan praktek pungli Eartag Hewan sapi.
Padahal Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebelumnya telah melakukan pemberian eartag (anting identitas) gratis pada sapi sebagai upaya untuk mempermudah pemantauan identitas dan kesehatan hewan, serta mencegah penyebaran penyakit menular seperti PMK (Penyakit Mulut dan Kuku).
Namun, fakta di lapangan berbeda. Di beberapa daerah di Sampang, utamanya bagian pantura, Eartag tersebut diperjualbelikan. Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, di wilayah Pantura, Eartag tersebut dijual seharga Rpn50-75 ribu.
"Iya mas, di sini Eartag diperjualbelikan, ada koordinator khusus yang menjual Eartag, padahal harusnya ini gratis,"ujarnya, Senin (2/6/2025).
Dugaan praktek pungli tersebut diduga berlangsung sejak lama, sejak masuknya PMK pada sapi di Sampang, Eartag tersebut baru diperjualbelikan. Hal itu dikeluhkan para peternak karena harus mengeluarkan uang biaya anting sapi.
Sementara itu, Puskeswan Ketapang Fendi mengaku bahwa Eartag tersebut gratis.
"Memang gratis, tapi bila ada kalau yang bilang pungli itu tidak benar. Namun jika ada yang ngasih uang ke saya itu lain persoalan,"ucapnya.
Terpisah, saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang Suyono, bungkam. Suyono tidak membalas pesan dan tak menjawab panggilan WhatsApp padahal dia sedang online.sel
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-39469-eartag-sapi-di-sampang-diduga-dipungli-puluhan-ribu-per-ekor