Denmark Larang Cadar dan Tutup Musala di Kampus, Mette Frederiksen: Tuhan Harus Menyingkir

Close
Advertisement
logo

Home
Nasional
Internasional
Megapolitan
Read Next : Sebagian Besar Warga Swiss Setuju Cadar Dilarang
logo kanal home
Search

Trending Topic
Iduladha
Delta Air Lines
Uang Koin
Bank Emas
Demo Mahasiswa
logo kanal home
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Sumatera
Jawa
Kalimantan
Sulawesi
Papua
Kep. Nusa Tenggara
Kep. Maluku
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
logo
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Log in
Kanal
Beranda

iNews TV
News
Daerah
Finance
Sport
Lifestyle
Travel
Otomotif
Techno

Multimedia

Indeks
MNC Portal
Okezone
IDX Channel
SINDONews
Live TV
iNews TV
RCTI
MNC TV
GTV
News Internasional Detail Berita
PM Denmark Larang Cadar dan Tutup Musala di Kampus, Singgung Tuhan
Sabtu, 07 Juni 2025 - 14:55:00 WIB
Anton Suhartono
Anton Suhartono
PM Denmark Larang Cadar dan Tutup Musala di Kampus, Singgung Tuhan
Mette Frederiksen melarang penggunaan cadar di sekolah dan kampus-kampus Denmark serta menutup musala (Foto: AP)

Denmark Larang Cadar dan Tutup Musala di Kampus, Mette Frederiksen: Tuhan Harus Menyingkir


KOPENHAGEN (Realita) - Denmark akan melarang penggunaan cadar bagi Muslimah di sekolah dan kampus-kampus. Bukan hanya itu, musala-musala di kampus juga akan ditutup.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengatakan, pemerintahnya merasa perlu memperluas area larangan cadar ke institusi pendidikan dengan menerapkannya di sekolah dan universitas.

"Tuhan harus menyingkir. Anda punya hak untuk beriman dan menjalankan (syariat) agama, tapi demokrasi lebih diprioritaskan," kata Frederiksen, kepada kantor berita Denmark Ritzau, dikutip Sabtu (7/6/2025).

Larangan tersebut juga bertujuan menyatukan Muslim dari latar belakang imigran untuk melebur lebih baik dengan masyarakat Denmark.

Bukan hanya itu, dia juga akan melarang musala di kampus-kampus meski tak menyerukannya dalam bentuk perintah langsung. Frederiksen berdalih, musala-musala di kampus bisa dimanfaatkan sebagai alat kendali sosial serta penindasan.

Pemerintahnya akan memulai pembicaraan dengan kampus-kampus untuk menutup musala.

"Ini bukan diskusi mengenai apakah kita menginginkannya atau tidak. Kami secara aktif mengambil sikap tidak menyetujuinya karena musala digunakan sebagai mekanisme penindasan terhadap anak perempuan dan mungkin juga laki-laki," ujarnya.new

Editor : Redaksi

Berita Terbaru