5 Kebiasaan untuk Cegah Perut Kembung Agar Tak Tampak Buncit

JAKARTA (Realita)- Perut kembung adalah kondisi umum yang sering kali dianggap sepele, namun bisa sangat mengganggu kenyamanan dan aktivitas harian. Sensasi penuh, bergas, atau begah di perut ini bisa muncul kapan saja bahkan tanpa penyebab yang jelas. 

Meski bukan penyakit serius, perut kembung bisa menandakan adanya pola makan atau kebiasaan hidup yang kurang sehat. Melansir laman Healthline, berikut beberapa kebiasaan untuk mencegah perut kembung.

1. Kurangi konsumsi kafein

Kafein memiliki efek diuretik yang dapat merangsang tubuh untuk membuang lebih banyak cairan melalui urin. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, kafein justru bisa menyebabkan dehidrasi ringan. 

Ketika tubuh kekurangan cairan, sistem pencernaan menjadi kurang efisien dan pergerakan usus melambat. Pada akhirnya, kondisi ini meningkatkan risiko sembelit dan perut kembung.

 2. Konsumsi serat dengan seimbang

Serat sangat penting untuk menjaga kesehatan saluran cerna karena membantu melancarkan pergerakan usus dan mencegah sembelit. Namun, konsumsi serat yang terlalu banyak dalam waktu singkat justru dapat menimbulkan efek sebaliknya.

Konsumsi erat berlebihan memicu perut terasa penuh, bergas, bahkan kembung. Agar manfaat serat bisa maksimal tanpa efek samping, mulailah dengan meningkatkan asupan secara bertahap dan pastikan disertai konsumsi air putih yang cukup. 

Idealnya, kebutuhan cairan harian sekitar 8 gelas atau lebih tergantung aktivitas dan kondisi tubuh. Selain itu, waktu terbaik mengonsumsi makanan berserat adalah di pagi atau siang hari, saat aktivitas pencernaan sedang optimal. 

Aktivitas ringan seperti berjalan kaki setelah makan juga bisa membantu memperlancar gerakan alami usus dan mencegah kembung.

3. Hindari atau batasi konsumsi alkohol

Banyak orang mengaitkan perut buncit dengan konsumsi bir, namun faktanya hampir semua jenis alkohol dapat menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan. Alkohol dapat membunuh atau mengganggu keseimbangan mikrobiota usus, bakteri baik yang berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan dan mengurangi produksi gas berlebih.

Selain itu, konsumsi alkohol secara rutin dan berlebihan berisiko memicu peradangan pada lambung, memperlambat metabolisme, dan dalam jangka panjang merusak fungsi hati.

4. Batasi konsumsi daging merah dan olahan

Daging, terutama daging merah dan daging olahan, merupakan sumber protein yang memerlukan waktu lama untuk dicerna. Sistem pencernaan akan bekerja lebih keras saat memproses daging.

Konsumsi daging berlebihan bisa menyebabkan sensasi penuh dan kembung. Beberapa jenis daging juga mengandung residu antibiotik dari proses peternakan, yang bisa berdampak negatif terhadap keseimbangan bakteri baik di usus. 

Ketidakseimbangan ini berpotensi menyebabkan peningkatan produksi gas dan memperparah keluhan pencernaan. Untuk mencegah hal ini, batasi konsumsi daging hingga sekitar 110 gram per har dan seimbangkan dengan sumber protein nabati seperti tempe, tahu, atau kacang-kacangan.

5. Kenali dan hindari makanan pemicu gas

Beberapa jenis makanan secara alami menghasilkan lebih banyak gas selama proses pencernaan. Sayuran seperti brokoli, kol, kubis, dan kembang kol mengandung senyawa sulfur dan serat tertentu yang dapat difermentasi oleh bakteri usus menjadi gas. 

Makanan yang mengandung pemanis buatan, seperti sorbitol, produk susu bagi yang intoleran laktosa, serta makanan tinggi lemak juga bisa memicu kembung. Setiap orang bisa memiliki sensitivitas yang berbeda terhadap jenis makanan tertentu. 

Oleh karena itu, penting untuk mengenali pola makan Anda sendiri dan mencatat makanan apa saja yang memicu kembung.rin


 

 

 

Editor : Redaksi

Berita Terbaru