BATU (Realita)- Adanya proyek pembangunan wisata buatan di atas tanah milik kas Desa seluas 12 Hektar di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji Kota mendapat dukungan penuh dari Anggota Komisi A DPRD Batu, dan Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu.
Pernyataan ini di sampaikan langsung oleh Komisi A DPRD Kota Batu seusai melakukan kunjungan kerja bersama Disparta Kota Batu sewaktu meninjau proyek pembangunan Batu Fantasy Garden yang baru mencapai 60 persen. Senin (16/6/2025)
Dalam kesempatan ini, Ketua Komisi A DPRD Kota Batu, Nurudin Muhammad Hanifah juga ingin mengetahui terkait kerjasama investor dari PT. Batu Fantasy Garden dengan pemerintahan Desa Tulungrejo mau pun Bumdes. Demikian juga dengan porposi tentang tenaga kerja lokal yang akan direkrut begitu juga shering profitnya seperti apa termasuk legalitas perijinan.
" Yang tidak kalah penting, tempat ini telah memiliki amdal alin sehingga pihak investor bisa memastikan terkait keluar masuknya pengunjung agar nantinya tidak menimbulkan kemacetan. Sedangkan untuk bangunan yang permanen perijinanya penting sekali dan itu harus segera diselesaikan walaupun sedang berproses," ujar Nurudin.
Ketua Komisi A DPRD Kota Batu, menegaskan, apa bila ada hal-hal yang berhubungan dengan perijinan sebaiknya segera dikomunikasikan dengan kepala daerah melalui Dinas terkait, kalau ada yang kurang segera bisa dilengkapi. Ungkapnya.
Sementara itu Direktur Legal PT Batu Fantasy Garden, Hubertus Setiono pihaknya dengan pemerintah Desa Tulungrejo bentuknya kerjasama jangka panjang bukan kontrak lahan. Selain itu pihaknya ada shering profit dengan pemerintah Desa Tulungrejo yang mana shering profitnya cukup besar.
" Kami sangat senang bisa berinvestasi disini karena pihak Desa Tulungrejo telah menyiapkan lahan dan segala perijinanya dan kami benar-benar sangat di Beck up penuh dari pihak Desa Tulungrejo. Terkait tenaga kerja dari kami cukup 10 persen sedangkan 90 persen dari masyarakat sekitar," terang Tio biasa dipanggil.
Direktur Legal PT. Batu Fantasy Garden menyampaikan, terkait UMKM pihaknya tidak akan memonopoli tetapi menyertakan warga sekitar untuk ikut berjualan prodak UMKM yang nanti bisa dikoordinir oleh pihak Desa. "Kami juga butuh dukungan dari Pemkot Batu untuk dapat meramaikan pariwisata sekaligus bisa berkontribusi terkait pajak daerah" tegas Tio.
Di tempat yang sama, Kades Tulungrejo Suliono mengatakan, tanah kas Desa seluas 12 hektar ini tidak semua dibangun tetapi sedikit demi sedikit menyesuaikan pasar karena ini bentuk wisata buatan.
" Kami terima kasih atas dukungan dari Komisi A DPRD Batu, baik dari 45 warga yang di bawah sertifikatnya sudah proses SHM, sedangkan 45 warga atas tinggal proses pembayaran. Kami sebagai Kepala Desa bertanggungjawab atas semua kegiatan yang ada di Desa Tulungrejo," pungkas Suliono.
Kegiatan ini dihadiri, Komisi A DPRD Batu, Camat beserta Muspika Kecamatan Bumiaji, Kades Tulungrejo, pihak investor, koperasi merah putih dan masyarakat. (Ton)
Editor : Redaksi