CILEGON (Realita) — Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Koperasi menyatakan bahwa Koperasi Merah Putih yang dibentuk di seluruh kelurahan di kota ini siap menjadi percontohan nasional.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Koperasi Kota Cilegon, Didin, saat ditemui awak media pada Rabu (18/6).
“Alhamdulillah, seluruh koperasi di 43 kelurahan Kota Cilegon kini telah memiliki badan hukum. Rencananya, peluncuran resmi Koperasi Merah Putih akan digelar pada 12 Juli 2025 mendatang,” ungkap Didin.
Sebagai kota pertama di Provinsi Banten yang telah menyelesaikan legalitas koperasi secara penuh, Cilegon mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat.
Mengacu pada Peraturan Menteri Koperasi (Permenkop) Nomor 1 Tahun 2025, Cilegon diminta mengusulkan dua koperasi untuk dijadikan percontohan nasional.
Didin menjelaskan bahwa saat ini telah dilakukan kunjungan dan survei oleh berbagai pihak, termasuk dari Kementerian Desa (Kemendes) dan Inspektorat Kemendes. Tiga kelurahan yang menjadi kandidat utama adalah Kelurahan Kotabumi, Masigit, dan Kotasari.
“Rabu kemarin, tim dari Kementerian juga telah turun langsung meninjau kesiapan lapangan. Cilegon menjadi fokus karena sudah seratus persen koperasinya berbadan hukum,” ujarnya.
Menurut Didin, koperasi yang terpilih nantinya akan mendapat berbagai dukungan, termasuk fasilitas pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan UKM dengan plafon pinjaman hingga Rp5 miliar.
Suku bunga yang ditawarkan juga cukup rendah, yakni sekitar 3 persen per tahun, tergantung kelengkapan proposal, profil usaha, dan dokumentasi pendukung lainnya.
Koperasi Merah Putih ini dirancang sesuai dengan arahan dari Instruksi Presiden (Inpres), dengan fokus pada unit usaha strategis seperti gerai sembako, simpan pinjam, apotek, klinik, serta usaha lain yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing kelurahan.
“Khusus untuk Kota Cilegon, karena fasilitas kesehatan seperti klinik dan apotek sudah cukup banyak, maka kemungkinan fokus akan diarahkan ke sektor lokal yang potensial,” tambah Didin.
Meski begitu, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah kesiapan infrastruktur atau tempat usaha koperasi di beberapa kelurahan. Hanya yang sudah siap yang akan diajukan sebagai calon percontohan.
Didin juga berharap agar sebelum peluncuran resmi, ada perwakilan dari Provinsi Banten yang bisa hadir langsung di Cilegon untuk membuka secara simbolis koperasi ini.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa program Koperasi Merah Putih mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk BUMN.
“Bulog sudah menyatakan kesiapan untuk menyalurkan bahan pokok seperti beras dan minyak. Pertamina juga mendukung dari sisi distribusi gas bersubsidi, dan lembaga perbankan seperti BRI serta Himbara juga diharapkan ikut berperan dalam mendukung koperasi ini,” jelasnya.
Didin menutup dengan harapan agar koperasi yang telah dibentuk ini tidak hanya diluncurkan, tapi juga bisa terus berjalan dan berkembang untuk kemajuan ekonomi masyarakat.fauzi
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-39946-koperasi-merah-putih-cilegon-siap-jadi-percontohan-nasional