SUMBA (Realita)- Sungguh malang nasib yang dialami oleh seorang remaja bernama Senderikus Mario Tamo Ama (16), warga Desa Patiala Dete, Kecamatan Laboya Barat, Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bagaimana tidak, ia menjadi korban pengeroyokan dan pembacokan oleh sekelompok orang tak dikenal saat sedang berjalan santai di kawasan Lapangan Manda Elu, pada malam Minggu, 15 Juni 2025 sekitar pukul 22.00 WITA.
Kejadian mencekam itu bermula saat Senderikus tengah menikmati suasana malam bersama rekannya di sekitar lapangan.
Tak ada firasat buruk, hingga tiba-tiba sekelompok pemuda misterius muncul dan langsung menyerangnya secara brutal.
“Saya duduk di dekat lampu merah. Tiba-tiba sekelompok pemuda tak dikenal datang dan langsung menyerang saya,” ujar Senderikus kepada Obor Timur, Selasa (24/6/2025).
Ia menceritakan, para pelaku bukan hanya melempar batu ke arahnya, tetapi juga menyerangnya dengan sebilah parang khas Sumba.
Senderikus berusaha menyelamatkan diri dengan berlari, namun nahas, ia terjatuh di tengah jalan.
“Saya lari, tapi saya jatuh di jalan dekat stadion. Di situ, salah satu pelaku membacok tangan kanan saya hingga robek, dan juga mengenai kaki kiri saya. Luka di kaki sampai harus dijahit lima jahitan,” kisahnya pilu.
Akibat serangan itu, Senderikus kini mengalami trauma mendalam. Parahnya, ini bukan kejadian pertama. Ia mengaku sebelumnya juga pernah menjadi korban pemukulan oleh pelaku yang sama. Saat itu, mata kirinya lebam dan telepon genggam miliknya dirampas oleh para pelaku.
“Saya tidak tahu apa motifnya. Mereka menyerang saya tanpa alasan, tanpa bicara apa-apa, langsung memotong saya,” ucapnya.
Kasus ini telah dilaporkan ke Kepolisian Resor Sumba Barat. Berdasarkan laporan polisi nomor LP/B/81/VI/2025/SPKT/Polres Sumba Barat/Polda NTT, satu orang pelaku telah diamankan. Pelaku tersebut diketahui bernama Laimoto, asal Kecamatan Wanukaka.
Keluarga korban pun angkat bicara. Ama Leman, kakek korban, mengecam keras tindakan biadab tersebut dan berharap agar pelaku dihukum seberat-beratnya.
“Saya minta kepada pihak Kepolisian Sumba Barat agar segera memproses hukum pelaku seadil-adilnya. Ini bukan hanya melukai tubuh cucu saya, tapi juga mentalnya,” tegas Ama Leman.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum mengeluarkan keterangan resmi lebih lanjut mengenai motif pelaku maupun kemungkinan adanya pelaku lain dalam peristiwa ini.
Peristiwa ini menambah deretan kekerasan yang melibatkan anak muda di wilayah Sumba Barat. Warga dan keluarga korban berharap agar aparat penegak hukum bergerak cepat dan memberikan keadilan bagi korban yang saat ini masih dalam masa pemulihan fisik dan psikologis.ga
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-40196-asyik-nongkrong-remaja-16-tahundikeroyok-orang-tak-dikenal