SURABAYA (Realita)- Dalam rangka memastikan proses seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya berjalan profesional dan objektif, Komisi A DPRD Surabaya mengingatkan bahwa proses ini harus bebas dari intervensi kepentingan politik. Ketua Komisi A, Yona Bagus Widyatmoko, atau yang akrab disapa Cak YeBe, menekankan bahwa seleksi Sekda bukanlah ajang politik, melainkan untuk mencari figur terbaik yang profesional, memiliki integritas, dan memahami kebutuhan rakyat Surabaya.
"Posisi Sekda sangat strategis, sehingga tidak boleh terpengaruh kepentingan kelompok atau partai manapun," kata Cak YeBe.
Ia menegaskan bahwa Komisi A akan mengawal ketat proses seleksi Sekda agar berjalan transparan, adil, dan menghasilkan pejabat terbaik untuk Kota Surabaya.
Cak YeBe juga menekankan bahwa tantangan pembangunan Kota Surabaya semakin kompleks, sehingga dibutuhkan Sekda yang memiliki kemampuan kepemimpinan mumpuni dan cakap menjalankan program-program prioritas pemerintah kota.
"Sekda itu jantungnya birokrasi. Harus orang yang cakap, punya leadership kuat, dan mampu mengelaborasi seluruh program pemkot agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat," ucapnya.
Dalam proses seleksi yang akan dibuka pekan depan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan bahwa tahapan seleksi akan berlangsung terbuka dan profesional. Pemkot bahkan menyiapkan siaran langsung proses seleksi melalui YouTube untuk memastikan keterbukaan.
Komisi A DPRD Surabaya berharap publik turut mengawasi proses seleksi ini agar tidak hanya sekadar formalitas. "Jangan sampai proses ini sekadar formalitas. Kami akan kawal penuh, karena ini menyangkut masa depan Surabaya," kata Cak YeBe. Dengan demikian, diharapkan proses seleksi Sekda dapat menghasilkan pejabat terbaik yang dapat memajukan Kota Surabaya.rin
Editor : Redaksi