Eri Cahyadi: Pembangunan Surabaya Tak Lagi Sekadar Beton dan Aspal

SURABAYA (Realita)- Kota Surabaya tak hanya sibuk membangun jalan, jembatan, atau gedung baru. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi, arah pembangunan Kota Pahlawan kini menitikberatkan pada kesejahteraan warga, mulai dari menekan angka stunting hingga membuka peluang kerja.

Berbicara di Balai Kota Surabaya, Kamis (10/7/2025), Eri menegaskan bahwa setiap rupiah yang dikelola Pemkot harus memberi manfaat nyata bagi rakyat.

“Semua anggaran Pemerintah Kota Surabaya harus sesuai dengan tujuan negara. Intinya, masyarakat harus sejahtera,” katanya.

Eri tak menampik, saat pertama kali menjabat, Surabaya masih tertatih usai diterjang pandemi COVID-19. Indikator sosial ekonomi pun sempat merosot. Stunting saat itu menembus 28,5 persen, angka kemiskinan 5,9 persen, dan pengangguran terbuka nyaris 10 persen.

“Saat itu, saya tidak membangun infrastruktur dulu. Yang utama adalah manusia, SDM-nya,” ujar mantan Kepala Bappeko Surabaya ini.

Strategi itu membuahkan hasil. Kini angka stunting turun drastis menjadi 1,6 persen, pengangguran merosot ke 4 persen, dan kemiskinan terkikis menjadi 3,9 persen — angka terendah sejak masa sebelum pandemi.

Meski fokus pada penguatan SDM, pembangunan fisik tetap jalan. Penanganan banjir dan perbaikan jalan rusak jadi target utama. Titik banjir ditargetkan menyusut dari 600 ke 180 lokasi. Sementara untuk jalan rusak, Eri memastikan koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi terus dilakukan agar perbaikan berjalan cepat meski status jalannya bukan milik Pemkot.

Di sisi barat Surabaya, Pemkot juga mematangkan rencana Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) yang akan terhubung langsung ke Pelindo di Teluk Lamong. Pembangunan proyek ini melibatkan investor swasta.

“Pintu investasi kita buka selebar-lebarnya. Siapapun yang mau bangun Surabaya, ayo bersama-sama,” tegas Eri.

Tak hanya itu, Eri juga menyoroti penataan hunian Rusunawa. Ia menegaskan rumah susun sewa harus berfungsi sesuai tujuan awal, yaitu menjadi tempat tinggal sementara bagi warga prasejahtera, bukan rumah selamanya.

Untuk mengatasi kemacetan, Pemkot mendorong penggunaan transportasi massal. Salah satunya melalui Surabaya Regional Railway Line (SRRL) yang akan menghubungkan Sidoarjo, Surabaya, Gresik, hingga Lamongan. Proyek ini diharapkan rampung 2027, dilengkapi feeder agar warga mudah beralih ke transportasi publik.

“Masyarakat juga harus ikut terlibat, mengawasi, memberi masukan. Tujuan akhirnya sama: Surabaya sejahtera untuk semua,” pungkasnya.yudhi

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Roy Suryo Tolak Silaturahmi ke Jokowi

JAKARTA (Realita)– Pakar telematika, Roy Suryo menegaskan, tidak ingin mengikuti langkah Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis yang menemui Presiden ke-7 RI Joko W …