SOLO (Realita) - Ratusan bendera Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan logo baru dicopot oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (16/7/2025).
Rupanya, ratusan bendera PSI itu melanggar Peraturan Wali Kota Surakarta Nomor 26 tahun 2023 tentang Pemasangan Atribut Partai Politik dan Atribut Organisasi Kemasyarakatan.
Aturan itu menjelaskan adanya lokasi-lokasi yang dilarang untuk memasang atribut parpol atau ormas alias white area.
Lokasi white area di Solo meliputi sejumlah fasilitas umum dan ruas jalan seperti Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Kol. Sutarto, Jalan Ir. Sutami, Jalan Slamet Riyadi, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Adi Sucipto, Jalan Gatot Subroto, dan Jalan Diponegoro. Perwali ini ditaken oleh Gibran Rakabuming Raka saat masih menjadi Wali Kota Solo.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Surakarta, Didik Anggono menjelaskan terdapat bendera PSI yang dipasang di lokasi terlarang, yaitu Jalan Slamet Riyadi, Adi Sucipto, Dr. Moewardi, Urip Sumoharjo, dan Jenderal Sudirman.
“Kurang lebih 385 (bendera yang dicopot) di white area," ungkap Didik, Rabu.
Satpol PP mempersilakan PSI apabila ingin mengambil bendera yang disita tersebut. Didik mengimbau agar pemasangan dilakukan di luar area yang dilarang. “Sejak kemarin sudah kita lakukan koordinasi. Pemiliknya bisa ngambil di Satpol PP. Kami bawa dulu kami data kalau diambil silahkan tapi pesan kami kalau mau pasang jangan di zona larangan,” jelasnya.
Seperti diketahui, ribuan bendera dengan logo PSI terpasang di Kota Solo dan sekitarnya jelang Kongres Nasional yang diselenggarakan pada 19-20 Juli 2025.
Kongres PSI di Solo akan berlangsung di dua tempat, yaitu Gedung Saba Buana dan Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Jokowi Berencana Hadir
Sementara itu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dipastikan menghadiri Kongres PSI.
Eks Wali Kota Solo tersebut mengatakan langsung mengenai kedatangannya ini. Jokowi diagendakan mengikuti sesi diskusi terbuka bersama para kader.
“Insyaallah saya datang. Insyaallah saya hadir. Saya diundang insyaallah saya hadir. Itu tanyakan ke PSI (sebagai narasumber),” jelasnya, Senin (14/7/2025).
Ia pun mengapresiasi PSI mengadopsi idenya menjadikan Partai Super Tbk.
Layaknya sebuah perusahaan Tbk, partai ini dimiliki oleh semua anggota dengan melibatkan secara langsung pemilihan ketua.
“Menurut saya yang pertama PSI Partai Super Tbk itu saya kira dalam implementasi seperti apa kan belum tapi paling tidak partai super tbk sudah dipakai oleh PSI." rin
Editor : Redaksi