Kalapas Cipinang Sapa Ribuan Warga Binaan, Sosialisasikan Program Zero Halinar

JAKARTA (Realita)- Suasana penuh kehangatan dan antusiasme mewarnai lapangan utama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang, pada Kamis, 24 Juli 2025 saat Kepala Lapas (kalapas) Wachid Wibowo beserta jajaran pejabat struktural menyapa langsung ribuan Warga Binaan.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komunikasi dua arah antara petugas dan Warga Binaan sekaligus menyosialisasikan hak, kewajiban, serta komitmen Lapas Cipinang terhadap tata kelola pemasyarakatan yang bersih, transparan, dan bebas penyimpangan.

Dalam amanatnya, Kalapas menegaskan bahwa kegiatan tatap muka ini merupakan bentuk nyata pelayanan publik yang humanis, partisipatif, dan akuntabel.

“Kita bangun komunikasi terbuka, kita pastikan hak-hak saudara sekalian terpenuhi secara adil dan profesional. Dukung dan mari bersama wujudkan Lapas Cipinang Zero Halinar,” ucap Wachid.

Kalapas menambahkan, komitmen Zero Halinar (bebas Handphone ilegal, Pungutan Liar, dan Narkoba) merupakan instruksi tegas dan harga mati dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang menuntut seluruh Lapas dan Rutan bersih dari praktik-praktik menyimpang.

“Pesan Pak Menteri sangat tegas: Zero Halinar adalah harga mati. Tidak boleh ada HP ilegal, tidak ada pungli, apalagi narkoba," tegasnya.

Siapa pun yang melanggar, baik petugas maupun Warga Binaan, akan ditindak tegas sesuai aturan. Semua harus berjalan transparan, profesional, dan akuntabel,” tambah Wachid di hadapan ribuan Warga Binaan.

Pejabat struktural kemudian menyampaikan sejumlah poin penting secara bergiliran. Pembahasan pertama menyoroti hak-hak dasar Warga Binaan, kewajiban yang harus dipenuhi, serta larangan keras yang berlaku selama menjalani masa pidana.

Dalam sesi ini, Warga Binaan diajak memahami bahwa partisipasi aktif dalam program pembinaan bukan hanya syarat administratif, tetapi merupakan kunci pembentukan karakter, pemulihan sosial, dan penentu utama dalam proses penilaian untuk remisi maupun integrasi.

"Sikap disiplin, kepatuhan terhadap aturan, dan keterlibatan aktif dalam pembinaan menjadi indikator penting dalam setiap penilaian," terangnya.

Selain itu, penekanan khusus disampaikan terkait larangan penggunaan handphone ilegal dan keterlibatan dalam penyalahgunaan narkoba. Seluruh Warga Binaan diingatkan untuk mendukung terciptanya lingkungan lapas yang tertib, aman, dan bebas dari barang terlarang.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP), Sumaryo, dalam arahannya menegaskan bahwa upaya mewujudkan Zero Halinar tidak hanya dilakukan melalui pengawasan ketat, tetapi juga melalui penyediaan sarana komunikasi resmi yang aman dan terawasi.

“Kami telah menyediakan Wartelsuspas (Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan) sebagai sarana komunikasi sah dan aman bagi seluruh Warga Binaan. Gunakan itu secara bijak. Tidak ada toleransi bagi siapa pun yang menggunakan HP ilegal,” katanya dengan tegas. tom

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Natalia Loewe Tetap Setia Alisson Becker

LIVERPOOL (Realita)- Kiper Liverpool, Alisson Becker, memiliki seorang istri rupawan bernama Natalia Loewe. Kecantikan luar dalam membuat Alisson tak ragu …