LAMONGAN (Realita) - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lamongan berhasil meringkus dua pengedar pil dobel L di dua lokasi berbeda.
Dari penangkapan ini, polisi menyita ribuan butir pil dobel L serta sejumlah barang bukti lainnya.
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, mengungkapkan bahwa penangkapan ini merupakan hasil penyelidikan intensif yang dilakukan oleh jajarannya.
"Dua tersangka berhasil kami amankan. Mereka adalah DS (27) dan ASP (25), yang diringkus di lokasi berbeda, bukan satu rentetan," ujar Ipda Hamzaid, Minggu (27/7/2025).
Tersangka pertama yang diamankan adalah DS (27) warga Dusun Kacangan, Desa Dukuhagung, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan. Doni diringkus di rumahnya, sekitar pukul 11.00 WIB. Dalam penggerebekan tersebut, petugas menemukan barang bukti yang signifikan.
"Dari tangan tersangka DS, kami menyita 2.000 butir pil dobel L yang terbagi dalam tiga bungkus plastik, masing-masing berisi 1.000 butir, 500 butir, dan 500 butir," jelas Ipda Hamzaid.
Selain itu, polisi juga mengamankan satu bendel plastik kosong, satu buah plastik warna hitam, uang tunai sejumlah Rp 500.000, serta satu unit handphone merek Redmi warna hitam yang diduga digunakan untuk transaksi.
Berselang beberapa jam, pada hari yang sama sekitar pukul 18.00 WIB, Satresnarkoba Polres Lamongan kembali meringkus tersangka kedua, ASP (25) warga Dusun Kucur Desa Sidomukti Kecamatan Lamongan,nKabupeten Lamongan.
"Tersangka ASP kam tangkap di depan toilet SPBU Tikung yang diduga hendak melakukan transaksi, " ungkapnya.
Dari penangkapan ASP, polisi menyita 76 butir pil dobel L dan satu unit handphone Redmi 9A warna biru yang diduga digunakan untuk transaksi. Meskipun jumlah barang bukti lebih sedikit dibanding tersangka pertama, penangkapan ini menunjukkan jaringan peredaran yang lebih luas.
Ipda Hamzaid menegaskan bahwa Polres Lamongan akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan peredaran pil dobel L yang lebih besar. "Kami tidak akan berhenti pada dua tersangka ini. Penyelidikan mendalam akan terus dilakukan untuk mencari tahu pemasok dan kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam jaringan ini," tegasnya.hms
Editor : Redaksi