Berawal dari Threesome, Teman Sendiri Dibunuh

PATI (Realita)- Pihak kepolisian mengungkapkan kasus penemuan mayat di jurang Desa Purwokerta, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Rabu (30/7/2025).

Kasus ini berawal dari kelainan seksual, threesome hingga berujung pembunuhan.

Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi memaparkan, kasus ini bermula saat tersangka yang berinial AW (34) mempunyai fantasi seksual, ingin melakukan threesome dengan istrinya dan seorang wanita lain.

”Awal Mei 2025 tersangka mengalami gangguan kelainan seksual. Bahwa tersangka mengajak istrinya mengajak hubungan seksual dengan lebih dari satu perempuan dengan satu laki-laki (dirinya),” ungkap Kombes Pol Jaka.

Namun istrinya keberatan. Istrinya pun menawarkan kepada tersangka untuk menyuruh mencari satu laki-laki.

”Jadi dua lelaki satu perempuan (istrinya),” lanjut Kombes Pol Jaka.

Tersangka pun mencari dan mengajak RK (34) untuk memunuhi hasrat istrinya. RK merupakan kerabatnya. Mereka pun melakukan threesome beberapa kali.

”Korban merupakan temannya untuk mengajak threesome. Aksi ini pun dilakukan sebanyak dua kali (pertengahan Mei dan pertengahan Juni 2025). Setiap berhubungan selalu direkam di HP tersangka,” tutur Kombes Pol Jaka.

Kemudian tersangka pergi merantau ke Jakarta sebagai kuli bangunan. Pada Kamis (17/7/2025) tersangka pulang (naik bus) dan menghubungi korban untuk menjemputnya.

”Jadi ketika pergi dan pulang yang mengantar dan menjemput korban,” kata Kombes Pol Jaka.

Sesampainya di rumah, tersangka berhubungan badan dengan sang istri. Setelah selesai tersangka mengecek HP istrinya. Ia pun kaget lantaran menemukan percakapan mesra antara istri dengan korban di WA.

Tak berhenti di sana, tersangka juga menemukan foto istrinya dan korban berhubungan badan di suatu kamar hotel.

”Kemudian tersangka tanya ke istrinya dan mengakui hubungan itu sebanyak satu kali,” ungkap Kombes Pol Jaka.

Tersangka pun naik pitam. Ia kemudian mengajak korban untuk minum di rumahnya, Desa Beketel, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati pada Sabtu (19/7/2025) pada pukul 20.00 WIB.

”Kemudian ada cekcok dan mengajak tersangka ke belakang. Kemudian kepala korban bagian belakang dipukul batu. Korban tersungkur dan dipukul lagi dan tak sadarkan diri,” ungkap dia.

Korban pun ditelanjangi dan hanya menyisakan celana dalam. Tangan korban diikat. Mayat kemudian dibawa tersangka dengan membawa Honda beat warna hitam miliknya. Tersangka lalu membuang mayat korban ke jurang Desa Purwokerta.ham

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Real Madrid Bidik Juergen Klopp

MADRID  (Realita)- Real Madrid sementara mempercayakan Alvaro Arbeloa sebagai pelatih menggantikan Xabi Alonso. Madrid incar Juergen Klopp atau Enzo …