Perkuat Jaringan Lewat Pelantikan Tujuh DPD Eks-Karesidenan Madiun

Tani Merdeka Bidik 10 Ribu Petani Mandiri di Jawa Timur

MADIUN (Realita) - Sektor pertanian di Indonesia masih bergulat dengan tantangan klasik yang belum tuntas terpecahkan. Mulai dari keterbatasan ketersediaan pupuk bersubsidi hingga harga gabah yang anjlok saat musim panen raya, kondisi ini kerap membuat petani sulit meraih keuntungan optimal.

Melihat situasi tersebut, Tani Merdeka Indonesia (TMI) hadir sebagai wadah yang berkomitmen memperkuat posisi petani sekaligus bersinergi dengan pemerintah dalam upaya peningkatan kesejahteraan. Ketua DPW TMI Jawa Timur, Riki Septiadi, menegaskan target ambisius pihaknya.

“Kami menargetkan lahirnya 10 ribu petani mandiri yang mapan secara ekonomi. Ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk mencetak petani sejahtera dan berdaya saing tinggi,” ujarnya, Sabtu (9/8/2025).

Menurut Riki, realitas di lapangan menunjukkan bahwa keuntungan dari sektor pertanian selama ini masih lebih banyak dinikmati oleh segelintir pihak. TMI ingin mengubah pola tersebut agar manfaat panen dapat dirasakan langsung oleh petani sebagai pelaku utama.

“Jika hanya segelintir kelompok yang menguasai, petani akan terus berada di posisi lemah. Semua petani harus memiliki kesempatan yang sama untuk maju,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, TMI memprioritaskan pengawalan harga gabah dan jagung sesuai standar pemerintah—yakni Rp 6.500/kg untuk gabah dan Rp 5.500/kg untuk jagung—serta mendorong penyaluran pupuk bersubsidi dengan sistem distribusi yang sederhana dan transparan.

“Harga patokan menjadi jaminan pasar yang pasti bagi petani, sedangkan distribusi pupuk yang efisien akan meminimalkan hambatan di lapangan,” tambahnya.

Untuk memperkuat penyerapan hasil panen dan menjaga stabilitas harga, TMI juga menjalin kerja sama strategis dengan Bulog di berbagai daerah di Jawa Timur, antara lain Ngawi, Pasuruan, Probolinggo, dan Banyuwangi. Kolaborasi ini dinilai efektif dalam memastikan petani mendapatkan harga yang layak.

Riki menambahkan, Tani Merdeka Indonesia berada di bawah pembinaan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dengan Presiden RI Prabowo Subianto sebagai Dewan Penasehat.

“Kami menjadi jembatan antara petani dan pemerintah pusat. Aspirasi dan kebutuhan petani akan kami sampaikan langsung agar kebijakan yang diambil tepat sasaran,” ungkapnya.

Sebagai penguatan struktur organisasi, TMI baru saja melantik tujuh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di wilayah eks-Karesidenan Madiun, mencakup Kabupaten Madiun, Ngawi, Ponorogo, Pacitan, Magetan, Nganjuk, dan Kota Madiun. Prosesi pelantikan berlangsung di Kantor Bakorwil I Madiun pada Sabtu (9/8/2025).

Ketua Panitia Pelantikan, Dimas Ramdhana Prasetya, menyebut momen ini menjadi titik awal perluasan jaringan TMI di tingkat daerah.

“Dengan struktur yang kuat di daerah, program Tani Merdeka akan lebih cepat tersampaikan dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani,” ujarnya.

Dengan langkah ini, TMI optimis mampu menjadi motor penggerak transformasi pertanian di Jawa Timur—mendorong petani tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga tumbuh sebagai pelaku ekonomi yang mandiri dan sejahtera.sty

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

KPK Bakal Usut Menaker Ida Fauziyah

JAKARTA (Realita) - Pegawai PPPK Biro Umum Sekretariat Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Dayoena Ivon Muriono, mengaku rutin mengirimkan uang …