SURABAYA (Realita)- Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, seorang entrepreneur sekaligus content creator, Raymond Chin, membeberkan tiga ide bisnis digital yang dapat dijalankan dengan modal minimal, bahkan cukup menggunakan handphone (HP). Ide-ide ini diklaim memiliki potensi untuk menghasilkan pendapatan mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah per bulan bagi mereka yang tekun menjalankannya.
Melalui konten edukasinya, Raymond menyoroti bahwa peluang di ranah digital semakin terbuka lebar, terutama dengan bantuan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) yang secara signifikan telah menurunkan hambatan masuk (barrier of entry) ke berbagai profesi.
"Karena dulu kerjaan-kerjaan yang bisa ngasilin puluhan juta sebulan itu biasa ada namanya barrier of entry. Untuk kalian pelajarin skill-nya sampai bisa nge-service kerjaan itu, itu butuh berbulan-bulan. Apa yang AI lakuin adalah nurunin barrier of entry untuk mayoritas kerjaan digital," ungkap Raymond.
Ia menekankan bahwa meskipun sering disebut "tanpa modal", setiap bisnis tetap memerlukan modal utama berupa usaha (effort). Namun, dengan strategi yang tepat, modal uang dapat ditekan seminimal mungkin.
Berikut adalah tiga ide bisnis digital bermodal HP yang dirincikan oleh Raymond Chin:
1. Clipper Affiliate
Ide bisnis pertama yang paling mudah diakses adalah menjadi Clipper Affiliate. Konsepnya sederhana, memotong konten video panjang, seperti podcast atau siaran YouTube, menjadi klip-klip pendek berdurasi 30-60 detik untuk diunggah di platform media sosial seperti TikTok.
Tujuan utamanya bukan sekadar berharap viral, melainkan memonetisasi trafik dengan menautkan produk afiliasi.
"Caranya dari awal nge-clipping dan bikin akun harus dengan mindset taruh afiliasi produk. Kalau di TikTok itu keranjang kuning," jelasnya.
Menurut Raymond, model bisnis ini sangat menjanjikan. Ia mengungkapkan bahwa beberapa brand besar di Indonesia bisa mendapatkan lebih dari 50% pendapatan afiliasi mereka dari para clipper.
"Penghasilannya bisa sampai 50 sampai 100 juta rupiah itu untuk top Clipper," tambahnya.
Langkah memulainya pun praktis, cukup dengan HP, aplikasi edit video gratis seperti CapCut, dan konsistensi untuk memilih niche serta mengunggah konten setiap hari.
2. UGC Agency
Ide kedua merupakan pengembangan dari keahlian clipping, yaitu membangun agensi User-Generated Content (UGC). UGC adalah konten ulasan produk yang dibuat oleh pengguna biasa sehingga terlihat lebih otentik dan natural.
Permintaan untuk konten jenis ini sedang meroket. Data yang dikutip Raymond menunjukkan 78% anak muda kini lebih memercayai ulasan UGC dibandingkan iklan konvensional. Hal ini membuat banyak brand beralih strategi, karena konten UGC terbukti dapat menekan biaya iklan hingga 50�ngan hasil tiga kali lipat lebih efektif.
"Makin banyak brand yang mau kelihatan otentik, makin banyak yang bakal nge-hire UGC agency," katanya.
Untuk memulainya, seseorang dapat membangun portofolio dari hasil clipping, kemudian mulai menawarkan jasa pembuatan konten otentik kepada brand-brand yang sedang berkembang.
3. Remote AI Work
Ide bisnis ketiga adalah yang paling luas jangkauannya, yaitu menawarkan jasa freelance dengan memanfaatkan tools AI atau yang disebut Remote AI Work. Ini membuka peluang untuk tidak hanya melayani pasar lokal, tetapi juga menjangkau klien global.
Raymond menyoroti riset dari Upwork tahun 2024 yang menyatakan bahwa 78% klien enterprise kini lebih memilih freelancer yang mahir menggunakan AI daripada agensi konvensional yang mahal. Dengan tools AI, pekerjaan seperti desain, penulisan, hingga penerjemahan dapat diselesaikan jauh lebih cepat dan efisien.
Pada akhirnya, Raymond Chin menyimpulkan bahwa kunci sukses di era digital saat ini adalah proaktif dalam mempelajari perubahan. Dengan informasi dan kemauan untuk beradaptasi, setiap individu memiliki kesempatan besar untuk meraih kesuksesan finansial, bahkan hanya dengan bermodalkan sebuah handphone.tec
Editor : Redaksi