PONOROGO (Realita)- Penangkapan terduga pelaku pembunuhan Alip Rahayu Arianti (30) yang jasad dibuang di Hutan RPH Tulung Desa/Kecamatan Sampung membuat keluarga korban angkat suara.
Ayah korban, Agus Suyatno (49) menduga pelaku pembunuhan yang kini ditangkap Polisi adalah suami ke empat korban bernisial H (30) Warga Sendang Kecamatan Purwantoro Kabupaten Wonogiri.
Agus mengaku, sejak menikahi anaknya secara siri pada 2,5 bulan lalu, Janda anak satu itu pernah dianiaya suami yang diklaim seorang pemabuk tersebut.
“ Saya kira itu suaminya. Ya dulu pernah mukuli. 2,5 bulan baru menikah. Pekerjaanya serabutan. Dulu cerita pas di Pacitan, dipukul kepalanya,” ujarnya, Rabu (13/08/2025).
Agus mengaku, sejak menikah dengan H dan mengontrak di dekat Terminal Purwantoro, Anak sulungnya itu kerap bertengkar. Kebanyakan dipicu masalah ekonomi lantaran sang suami jarang bekerja.
“ Sering bertengkar, ya faktor ekonomi. Kerja serabutan itu, cuman anak saya yang kerja,” akunya.
Agus mengungkapkan sejak awal menikah, ia telah memiliki firasat buruk tentang prilaku H. Bahkan ia sempat melarang Alip untuk dinikahi, namun Alip tetap bersi kukuh karena sudah terlanjut cinta.
“ 6 bulan kerja di Purwantoro. 2,5 bulan pulang dan mau dinikahi suaminya ini. Dari awal saya itu sudah tidak setuju dengan yang ini tapi anak saya dibilangin gak mau,” ungkapnya.
Agus menambahkan, H Selasa siang kemarin sempat ditelepon olehnya, untuk menanyakan informasi kematian Alip, namun H menjawab tidak tahu, Agus bahkan mengungkapkan H akan pulang ke Pacitan untuk memastikan kebenaran kabar kematian Alip. Namun H tidak bisa lagi dihubungi setelah itu.
“ Siang kemarin saya telepon bilang tidak tahu. Terus bilang mau pulang ke Pacitan. Tapi setelah itu saya telpon lagi tidak bisa. Saya dapat kabar anak saya meninggal ini dari Polsek Bandar,” tambahnya.
Agus mengatakan, anak wanita Alip yang masih duduk dibangku kelas XI SD syok hingga pingsan. Pasalnya, Alip berjanji ia akan pulang ke Pacitan untuk menemani sang anak berkemah Pramuka pada Selasa kemarin.
“ Anaknya ini dilapangan kemah sudahan, terus saya suru pulang saya kabari ini, sudah syok bukan main sampai pingsan. Wong bilangnya mau pulang kemarin, mau nunggu anaknya kemah,” ujarnya sembari meneteskan air mata.
Agus berharap Polisi memberikan hukuman setimpal kepada pelaku atas perbuatannya. Bahkan ia berharap pelaku diberikan hukuman seberat beratnya.
“ Ya harus dihukum sesuai undang-undang negara,” pungkasnya. znl
Editor : Redaksi