BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Literasi Jamsostek Melalui Ekosistem Pendidikan

MALANG (Realita) - Pemerintah terus perkuat literasi jaminan sosial bagi masyarakat sejak usia dini. Tujuannya, untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja Indonesia.

Pada Grand Launching Penguatan Ekosistem Jaminan Sosial Melalui Pendidikan di Universitas Airlangga beberapa waktu lalu ditekankan pentingnya literasi jaminan sosial menyeluruh dan berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyatakan, literasi jaminan sosial yang luas dan merata penting, agar tidak ada masyarakat Indonesia yang tertinggal dan tidak mendapatkan perlindungan.

“Sistem Jaminan Sosial Nasional kita semakin bagus, sehingga kita memiliki pondasi yang kuat untuk meneruskan Sistem Jaminan Sosial lebih produktif," ujar Mengko Muhaimin.

"Kita berharap perguruan tinggi, universitas, akademisi, ilmuwan menjadi bagian ekosistem yang memperkuat perkembangan Jaminan Sosial Nasional,” lanjutnya.

Disebutkan, penguatan literasi jaminan sosial sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 36 Tahun 2023 yang mengatur tentang Peta Jalan Jaminan Sosial Tahun 2023–2024.

Perpres ini memberikan pedoman strategis dalam beberapa aspek penting, seperti perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, dan pengendalian penyelenggaraan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Regulasi ini menjadi landasan dalam pelaksanaan program-program edukasi dan literasi jaminan sosial melalui pengembangan modul pendidikan.

Selaras dengan itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Pramudya Iriawan Buntoro menyampaikan, jaminan sosial didasari dengan prinsip gotong royong. Yang mampu membantu, dan yang tidak mampu akan dibantu.

"Kami dalam konteks Perlindungan Jaminan Sosial baik BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan akan melibatkan seluruh pihak, karena kedepannya kita akan menghadapi aging population," kata Pramudya.

“Literasi Jaminan Sosial sangat penting bagi masyarakat Indonesia sejak usia dini. Dengan edukasi yang telah diberikan sejak di bangku sekolah dasar diharapkan bisa menjadi bekal saat mereka memasuki dunia kerja, sehingga mereka tahu pentingnya Jaminan Sosial Ketenagakerjaan," paparnya.

Sejak 2024 hingga saat ini tercatat sosialisasi Modul Muatan Jaminan Sosial sudah dilakukan di 11 Wilayah di tingkat SMA, SMK, MA/Sederajat total sebanyak 233 sekolah.

Pramudya menekankan pentingnya literasi sebagai langkah awal pembentukan budaya sadar jaminan sosial ketenagakerjaan di masyarakat Indonesia.

Hal tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo yang mengusung misi peningkatan lapangan kerja berkualitas dan perkuatan pembangunan SDM melalui implementasi program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Program ini sebagai jaring pengaman kesejahteraan dan menahan terjadinya kemiskinan baru, sebagai pondasi kuat ekonomi dan produktifitas menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, di kesempatan terpisah Kepala BPJS Ketenagakerjaan Malang Zulkarnain Mahading menegaskan pihaknya mendukung penuh program literasi jaminan sosial di Malang.

Menurut Zulkarnain, dengan edukasi sejak dini masyarakat akan sadar bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sangat penting, sehingga menjadi kebutuhan dasar bagi tiap pekerja untuk menciptakan keamanan apabila terjadi resiko terkait pekerjaan yang dijalani, dan untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja. gan

 

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Iseng Gigit Batre HP, Tiba-Tiba Meledak

BEREDAR sebuah video menjadi viral di media sosial menunjukan seorang pria India mengunyah baterai, yang kemudian meledak dan terbakar di mulutnya Seorang …