LAMONGAN (Realita) - Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lamongan menggelar rapat koordinasi membahas upaya penanganan dan langkah mitigasi mengurangi angka kecelakaan di Jalan Lingkar Utara (JLU) Lamongan, Jum'at (19/9).
Rapat yang digelar di ruang Banggar DPRD itu, dihadiri Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lamongan dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa - Bali.
Kepala Dishub Kabupaten Lamongan, Dianto Hari Wibowo, menjelaskan rapat tersebut menghasilkan keputusan yang akan dimulainya beberapa pekerjaan, salah satunya pemasangan Traffic Light di dua titik.
"Alhamdulillah, sudah mulai ada sinyal hijau. Kemungkinan pengerjaan dimulai hari Selasa (23/9). Sehingga nanti mulai mengerjakan fondasi traffic dan lain sebagainya. Tetapi di hari itu kemungkinan kita dahului dengan kegiatan doa bersama di dua titik yang terakhir yakni Kalikandang," kata Dianto usai rapat sore itu.
Sementara ini, masih menurut Dianto, JLU masih kita tutup. Tadi kami tanyakan secara teknis ke teman-teman PPK, mungkin membutuhkan waktu sekitar 2 mingguan untuk penyelesaiannya. Karena kita juga khawatir ketika dibuka saat mengerjakan, bisa membahayakan petugas yang mengerjakannya," lanjutnya.
Ditempat yang sama, Ketua Komisi C DPRD Lamongan, Mahfud Shodiq, mengatakan selain pemasangan Traffic Light, juga ada beberapa rekomendasi demi keselamatan pengendara.
"Rekomendasi dari Komisi C kepada BBPJN yaitu pertama, penambahan dua trafik light. Karena sebenarnya kan lima titik, tapi sekarang cuma ada tiga titik yang terpasang. Dan di dua titik inilah yang potensi terjadinya kecelakaan, yaitu di Kali kandang. Kemudian yang kedua kami juga minta adanya desain ulang yang menurut kami di putaran itu kurang pas. Terus kami juga menyarankan adanya CCTV, dan yang tak kalah pentingnya adalah penambahan lampu PJU (Penerangan Jalan Umum). Karena sampai saat ini PJU-nya kurang," jelas anggota dewan dari fraksi PKB itu.
Lebih lanjut, Mahfud mengatakan waktu penyelesaian ditargetkan sekitar 2 minggu kedepan. "Rencana dibuka dua minggu lagi, terhitung mulai besok Selasa. Rencananya akan dilakukan doa bersama bersama, antar agama, lintas agama di Balun. Jadi setelah itu dikerjakan trafiknya, dari dua minggu setelah itu, baru dibuka," tandasnya.
Seperti diketahui, Jalan Lingkar Utara (JLU) Lamongan resmi dibuka oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, dan mulai uji coba operasional pada tanggal 17 Agustus sampai 17 September 2025.
Namun jalan yang berfungsi untuk mengatasi kemacetan di pusat kota Lamongan itu, sempat di kembali ditutup, setelah ratusan warga Desa Balun, Kecamatan Turi, melakukan blokade pada Minggu (14/9) malam, sebagai aksi protes karena belum terpasangnya traffic light di 2 titik rawan yang banyak menimbulkan korban kecelakaan.
Warga meminta agar jalan tersebut bisa dibuka kembali setelah Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) dipenuhi.
Reporter : Defit Budiamsyah
Editor : Redaksi