PONOROGO (Realita)- Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) terus memberikan kemanfaatan bagi masyarakat Ponorogo. Kali ini giliran pekerja pabrik rokok yang menerima manfaat dari dana ini untuk mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas.
Dari data di Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Perdagkum) Ponorogo, 100 pekerja pabrik rokok mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas. Total ada 6 pelatihan peningkatan kapasitas pekerja pabrik rokok yang dilakukan Disperdagkum tahun ini. Diantaranya, pelatihan Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Umum, Pelatihan Good Manifacturing Practice (GMP ), pelatihan giling (linting) bagi pekerja 3 pabrik rokok baru.
“ Yang sudah itu pelatihan Ahli K3 Umum. Sedangkan yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini, pelatihan GMP, dan Jiling. Total ada 100 pekerja,” ujar Kepala Disperdagkum Ringga Dwi Heri Irawan, Rabu (08/10/2025).
Ringga mengaku, khusus untuk pelatihan Giling atau Linting akan diikuti sekitar 60 pekerja dari tiga pabrik rokok baru di Ponorogo. Pelatihan ini sendiri, untuk meningkatkan ketrampilan pekerja dalam melinting rokok.
“ Saat ini baru 500 batang perhari, ini kan masih sangat minim. Dengan pelatihan ini kami harapkan bisa meningkat produksi per harinya. Kami rencanakan akhir November nanti,” ungkapnya.
Ringga mengaku untuk meningkatkan kapasitas SDM pabrik rokok, pihaknya menggelontorkan dana DBHCHT lebih dari Rp 1 miliar tahun ini. Ia berharap dengan sokongan dana selain mampu meningkatkan kertrampilan dan kapasitas SDM pabrik rokok, juga mampu meningkatkan produktivitas pabrik rokok yang ada di Ponorogo.
“ Sehingga para pekerja pabrik rokok ini, dapat hidup sejahtera karena pabriknya hidup,” pungkasnya. znl
Editor : Redaksi