Charly Setia Band, Sabrang Letto hingga Kiai Kanjeng Meriahkan HSN 2025 di Ponorogo

PONOROGO (Realita)- Perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 di Kabupaten Ponorogo bakal berlangsung meriah. Sejumlah musisi ternama, seperti Charly Van Houten eks vokalis Setia Band, Sabrang MDP (vokalis band Letto), dan Kiai Kanjeng, dijadwalkan tampil dalam rangkaian acara yang dipusatkan di Alun-Alun Ponorogo.

Charly Van Houten akan menghibur masyarakat pada Selasa malam, 21 Oktober 2025, sedangkan Sabrang MDPbersama Kiai Kanjeng akan naik ke panggung utama pada Rabu malam, 22 Oktober 2025, bertepatan dengan pelaksanaan Apel HSN 2025.

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, mengatakan bahwa pemerintah daerah telah memulai semarak peringatan HSN dengan menggelar gerakan memakai sarung dan busana muslim bersama selama sembilan hari. Gerakan ini melibatkan aparatur sipil negara (ASN), pelajar, hingga masyarakat umum.

“Ini bagian dari Halo Effect untuk membentuk suatu karakteristik masyarakat Ponorogo yang bernafaskan Islam,” ujar Bupati Ponorogo, Kang Giri sapaan akrab Sugiri Sancoko kepada wartawan, Minggu (19/10/2025).

Menurut Kang Giri, peringatan HSN bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga bentuk takzim kepada para kiai. Karena itu, seluruh kegiatan dikemas secara menarik dengan nuansa islami yang dikolaborasikan dengan gaya kekinian.

“Di momentum HSN tahun ini, kita ingin kemeriahan kegiatan ini dapat bergemuruh,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia HSN 2025 Ponorogo, Baharuddin Harahap, menjelaskan bahwa selain menghadirkan musisi nasional, rangkaian kegiatan Santrivaganza HSN 2025 juga akan diisi berbagai agenda keagamaan dan edukatif.

“Di antaranya Khotmil Qur’an yang dilaksanakan serentak di 22 titik di 21 kecamatan Ponorogo, Santri Run, Halaqoh Kebangsaan, Tabligh Akbar, Pameran Manuskrip Pesantren, Apel Akbar Santri, hingga kampanye Gerakan Ayo Mondok,” tutur Baharuddin.

Gerakan Ayo Mondok, lanjutnya, menjadi salah satu fokus utama peringatan HSN 2025 karena menekankan pentingnya pendidikan berbasis keislaman yang holistik mencakup aspek spiritual, intelektual, moral, dan sosial.

“Tak hanya menekankan jiwa santri yang taat, namun juga modern, memiliki kreativitas dan bakat di tengah kemajuan serta peradaban zaman,” pungkasnya. adv/znl

Editor : Redaksi

Berita Terbaru