JAKARTA (Realita)- Publik tengah ramai membandingkan proyek kereta cepat Indonesia (Whoosh) dengan proyek Saudi Landbridge di Arab Saudi.
Perbandingan muncul setelah muncul klaim di media sosial bahwa Arab mampu membangun jalur kereta cepat lebih dari 1.000 kilometer dengan biaya setara Rp112 triliun, sementara Whoosh hanya sepanjang 142 kilometer menelan biaya Rp113 triliun.
Data resmi menunjukkan bahwa perbandingan ini tidak sepenuhnya salah, meski konteks dan struktur pembiayaan berbeda.
Dari sisi angka, proyek Saudi terlihat lebih efisien karena membangun jaringan lebih panjang dengan biaya serupa. Namun secara fungsi, Landbridge dan Whoosh memiliki orientasi berbeda.
Landbridge berfokus pada logistik antar kota dan penguatan ekonomi lintas pelabuhan, sementara Whoosh mengutamakan transportasi penumpang antarkota besar.
Analis infrastruktur menilai bahwa perbandingan langsung tanpa konteks bisa menyesatkan. Namun, proyek Arab Saudi menunjukkan bagaimana perencanaan jangka panjang, integrasi logistik, dan pengelolaan utang negara menjadi faktor penting dalam menekan biaya mega proyek.
Baik Saudi maupun Indonesia sama-sama menjadikan proyek kereta cepat sebagai simbol kemajuan teknologi transportasi.ini
Editor : Redaksi