Mentrans Sulaiman Suryanagara Hadir dan Beri Kuliah Umum di Undip

SEMARANG (Realita) Jumat (31/10/2025), telah dilakukan kunjungan dan sekaligus memberikan Kuliah Umum oleh Mentrans M.Iftitah Sulaiman Suryanagara. Kuliah Umum in dilaksanakan di Gedung Prof Soedarto Undip Semarang.

Kuliah umum ini bertema transformasi transmigrasi  dan sekaligus  mensosialisasi program program unggulan  transmigrasi di era saat ini . Kegiatan ini berlangsung di gedung Prof Sudarto Undip, yang dibuka pukul 13.30 yang hadiri para mahasiswa mahasiswi Undip.

Saat ini peranan mahasiswa dalam transmigrasi adalah penting sebagai motor penggerak yang membantu pemerintah dalam mengembangkan dan meningkatkan daya saing produk dari para petani atau pelaku usaha di daerah transmigrasi terutama daerah 3T.

Usaha pemerintah dengan program unggulan  5T  ini agar para warga yang sudah didaerah terutama 3T ini agar bisa bersaing di era digitalisasi saat ini. 

Menurutnya, tantangan transmigrasi hari ini adalah memastikan bahwa kita tidak hanya memindahkan penduduk, tetapi mendistribusikan SDM unggul agar kawasan baru bisa tumbuh menjadi pusat ekonomi baru. 

Dalam kesempatan tersebut, Menteri menegaskan pentingnya peran dunia kampus dan generasi muda dalam mempercepat transformasi transmigrasi. Saat ini, sudah ada 2.000 peneliti muda tergabung dalam Tim Ekspedisi Patriot yang terjun langsung membantu pengembangan kawasan transmigrasi di berbagai daerah.

Selain itu, pemerintah juga berencana menempatkan 1.000 mahasiswa di berbagai kawasan transmigrasi sebagai bagian dari program pengabdian dan penelitian berbasis pengembangan wilayah.

Kerja sama akademik turut diperkuat, salah satunya melalui kolaborasi Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Undip dengan Technical University of Munich (TUM), Jerman. Program double degree ini diharapkan melahirkan perencana wilayah dengan wawasan global namun berpijak pada kebutuhan lokal Indonesia.

Sebagai bentuk pembaruan kebijakan, pemerintah tengah menyiapkan revisi Undang-Undang Transmigrasi, yang ditargetkan masuk ke Program Legislasi Nasional (Prolegnas) pada akhir tahun ini.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Menteri Hukum dan HAM agar revisi undang-undang ini benar-benar mengakomodasi kebutuhan zaman — terutama penguatan SDM unggul dan pemberdayaan masyarakat lokal,” kata Sulaiman.ham

Editor : Redaksi

Berita Terbaru