Marak Keracunan, Pemerintah Pastikan Tak Hentikan Program MBG

JAKARTA (Realita)- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian publik setelah Badan Gizi Nasional (BGN) merilis data terbaru mengenai tingginya angka keracunan pangan yang berkaitan dengan program tersebut.

Dari total 441 kasus keracunan pangan yang dicatat secara nasional, sebanyak 48 persen atau 211 kasus berasal dari konsumsi makanan dalam program MBG.

BGN menjelaskan bahwa insiden keracunan ini melibatkan ribuan penerima manfaat. Untuk kategori rawat inap, terdapat 636 korban menurut data BGN dan 638 korban berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Sementara itu, total korban rawat jalan mencapai lebih dari 11 ribu versi BGN dan lebih dari 12 ribu menurut Kemenkes. Secara keseluruhan, jumlah penerima manfaat MBG yang terdampak dilaporkan mencapai lebih dari 13 ribu orang.

Meskipun jumlah kasus cukup tinggi, BGN menegaskan bahwa program MBG telah mendistribusikan sekitar 1,8 miliar porsi makanan sejak peluncurannya.

Hal ini menjadi dasar evaluasi bahwa standar keamanan pangan perlu diperketat agar pelayanan gizi bagi masyarakat tetap aman dan tidak menimbulkan risiko kesehatan.

Menanggapi temuan tersebut, Menko PMK Muhadjir Effendy menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan langkah korektif melalui penguatan pengawasan keamanan pangan, peningkatan standardisasi menu, hingga perbaikan proses distribusi.

Muhadjir menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menghentikan program MBG, namun memastikan pelaksanaannya lebih ketat dan terawasi.

Pemerintah berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh agar program Makan Bergizi Gratis tetap memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, terutama kelompok rentan, tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan keselamatan penerima manfaat.mag

Editor : Redaksi

Berita Terbaru