Dikejar Polisi, Toyota Camry Tabrak Bar dan Tewaskan 4 Orang

TAMPA (Realita)- Empat orang tewas, 13 orang luka-luka setelah pengejaran polisi berakhir dengan kecelakaan di Ybor City

Empat orang tewas dan 13 orang terluka Sabtu dini hari setelah sebuah mobil yang melaju kencang menabrak sebuah bar di Ybor City.

Dalam rilis berita, Kepolisian Tampa mengatakan salah satu unit udara mereka melihat sebuah Toyota Camry berwarna perak melaju ugal-ugalan dengan kecepatan tinggi di I-275 sekitar pukul 00:40 dini hari. Polisi yakin kendaraan yang sama tengah balapan di Hillsborough Avenue dekat 22nd Street.

Mobil tersebut keluar dari jalan tol antarnegara bagian di Doyle Carlton Drive, dan petugas dari TPD dan Patroli Jalan Raya Florida menemukannya di dekat Palm Avenue dan Nebraska Avenue. Mereka mulai mengejar mobil tersebut, dan gagal menggunakan manuver PIT (teknik imobilisasi presisi) untuk memaksa kendaraan berhenti.

Pengemudi terus melaju kencang ke arah timur di 7th Avenue menuju Nebraska Avenue. FHP menghentikan pengejaran mereka saat pengemudi mendekati 7th Avenue.

Polisi mengatakan pengemudi terus melaju, kehilangan kendali, dan menabrak area teras luar Bradley's di 7th, sebuah klub malam LGTBQ+ populer di 1510 E. 7th Avenue. Mobil itu menabrak lebih dari selusin orang yang berada di luar.

Tiga orang meninggal di tempat kejadian, dan satu orang meninggal di rumah sakit. FHP akan mengidentifikasi mereka setelah memberi tahu keluarga terdekat.

Pejabat TPD menambah jumlah korban luka menjadi 13 pada Sabtu sore setelah dua orang pergi ke rumah sakit setempat sendirian.

Dua orang berada dalam kondisi kritis, sementara tujuh orang tercatat dalam kondisi stabil di rumah sakit setempat. Dua orang dirawat di rumah sakit dan telah dipulangkan, sementara dua orang lainnya mengalami luka ringan dan menolak perawatan di tempat kejadian. Polisi mengatakan ke-17 korban adalah orang dewasa.

Pengemudi, Silas Sampson, 22 tahun, ditangkap di tempat kejadian. Ia kini ditahan di Penjara Hillsborough County.

Dokumen pengadilan menunjukkan Sampson telah didakwa dengan empat tuduhan pembunuhan dengan kendaraan bermotor dan empat tuduhan melarikan diri atau menghindar dengan kekerasan yang mengakibatkan cedera tubuh serius atau kematian. Semuanya merupakan kejahatan tingkat pertama. Tidak ada pengacara yang terdaftar untuk Sampson.

Pejabat TPD mengatakan Sabtu sore tidak ada bukti bahwa tindakan Sampson ditujukan terhadap orang lain atau bisnis tertentu.

"Apa yang terjadi pagi ini adalah tragedi yang tidak masuk akal. Hati kami bersama orang-orang terkasih para korban dan semua yang terkena dampak," kata Kepala Kepolisian Tampa, Lee Bercaw.

Mengemudi secara ugal-ugalan membahayakan nyawa orang tak berdosa. Departemen Kepolisian Tampa dan Patroli Jalan Raya Florida berkomitmen untuk menegakkan keadilan bagi para korban dan keluarga mereka.

TPD merilis rekaman helikopter polisi dan rekaman CCTV Sampson saat mengemudi di I-275, upaya manuver PIT oleh FHP, dan momen saat mobil Sampson berhenti di 7th Avenue.

"Seluruh kota kami merasakan kehilangan ini," kata Wali Kota Jane Castor, yang juga menjabat sebagai kepala polisi wanita pertama di Tampa, dalam sebuah unggahan di media sosial.

"Pikiran saya bersama semua orang yang terdampak. Investigasi atas kecelakaan ini masih berlangsung, dan kami sedang berupaya mendapatkan jawaban," tulisnya.

Dalam sebuah posting Facebook, St. Pete Pride mengatakan Bradley telah lama menjadi tempat berkumpul bagi komunitas LGBTQ+ Tampa.john

 

Editor : Redaksi

Berita Terbaru