JEMBER (Realita)- Bupati Jember Muhammad Fawait akan menambah anggaran Universal Health Coverage (UHC) tahun 2026 untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di wilayah setempat.
"UHC tak sebatas pengobatan gratis, namun akan diperluas dengan membentuk layanan homecare yang menjangkau masyarakat hingga ke pelosok," katanya saat menggelar pertemuan dengan para kader posyandu di Kantor Desa Curahmalang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu.
Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh warga, salah satunya dengan menambah anggaran UHC dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 guna menekan AKI dan AKB.
Ia menambahkan, Kabupaten Jember saat ini memiliki AKI dan AKB yang tertinggi di Jawa Timur, serta menduduki peringkat kedua tertinggi untuk kasus stunting, sehingga perlu memaksimalkan program untuk menekan sejumlah persoalan tersebut.
Kunjungan menyapa para kader posyandu di Kecamatan Rambipuji itu menjadi momen bagi Fawait untuk memeriksa kondisi kesehatan di lapangan dan mencari masukan langsung dari para garda terdepan pelayanan. Saat ini, fokus utama Pemkab Jember adalah menekan tingginya AKI-AKB yang memprihatinkan.
"Kami akan tingkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Jember, tidak hanya melalui pengobatan gratis dalam bingkai UHC. Bahkan, anggaran untuk UHC tahun depan akan ditambah," ujarnya.
Menurutnya, hal itu dilakukan sebagai upaya untuk memaksimalkan program penekanan AKI-AKB dan stunting. Selain itu, Fawait juga memastikan bahwa kesejahteraan para kader posyandu akan ditingkatkan.
"Tahun depan, honor kader posyandu pasti akan kami naikkan. Sabar, di zaman saya, setiap kader Posyandu pasti akan kami sejahterakan," ujarnya.
Fawait berharap apapun yang diupayakan pemerintah terkait dengan peningkatan pelayanan kesehatan di Jember dapat didukung oleh peran aktif para kader posyandu, sehingga warga Jember senantiasa sehat dan AKI-AKB dapat ditekan.amb
Editor : Redaksi