BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Tanjung Perak Open Booth Penggunaan JMO di RS PHC

SURABAYA (Realita) – BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Surabaya Tanjung Perak open booth di RS PHC Surabaya guna memberikan edukasi dan pendampingan langsung ke para peserta terkait pemanfaatan aplikasi Jamsostek Mobile (JMO).

Melalui kegiatan ini peserta BPJS Ketenagakerjaan diberikan panduan instalasi dan penggunaan aplikasi JMO yang memudahkan akses terhadap berbagai layanan BPJS Ketenagakerjaan, mulai dari pendaftaran akun, pembaruan data kepesertaan, hingga pengecekan saldo Jaminan Hari Tua (JHT) secara mandiri.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Tanjung Perak, Theresia Wahyu Dianti mengatakan, inisiatif ini merupakan bagian dari strategi jemput bola BPJS Ketenagakerjaan dalam meningkatkan literasi digital dan kemudahan layanan bagi peserta.

“Kami ingin memastikan seluruh peserta, khususnya para karyawan maupun pengunjung RS PHC untuk dapat mengakses layanan BPJS Ketenagakerjaan dengan mudah, cepat, dan aman melalui aplikasi JMO," ujar Theresia di sela kegiatan.

"Pendekatan langsung seperti ini kami lakukan agar tidak ada lagi peserta yang merasa kesulitan dalam memanfaatkan hak dan layanan yang tersedia,” imbuhnya.

Dituturkan, aplikasi JMO telah dilengkapi dengan berbagai fitur unggulan yang mempermudah peserta dalam mengakses informasi seputar kepesertaan, simulasi klaim, hingga kartu digital.

Dprd sby lebaran dalam

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari para karyawan, terutama mereka yang sebelumnya belum mengetahui penggunaan aplikasi JMO secara maksimal beserta manfaatnya.

Dengan adanya booth ini peserta dapat langsung dibimbing oleh petugas BPJS Ketenagakerjaan dalam proses instalasi dan aktivasi akun secara langsung di tempat.

Harapannya seluruh karyawan/pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan akan terbiasa memanfaatkan JMO untuk mengetahui segala sesuatu terkait BPJS Ketenagakerjaan. gan

 

Editor : Redaksi

Advertorial
Berita Terbaru

AS Paksa Iran Akui Kekalahan

SEKRETARIS Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan peringatan keras kepada Iran agar mengakui kekalahan militer atau menghadapi konsekuensi yang …